Selamat Datang Di Blog Aku....hahaha
Rabu, 13 Januari 2010
Album ke 3 d'Masiv
Senin, 11 Januari 2010
Convert dari PDF ke Text,Word,n Gambar
yang mau convert klik disini
Selasa, 29 Desember 2009
Download Lagu d'Masiv
FiFA (Fio & Fany)
Saat berjalan Fany melewati rumah Fio si kelinci. Sebelumnya Fio kaget ketika mengucapkan hai pada Fany, “mengapa Fany membuang muka ya??”, Fio bingung. Lalu setelah Fany sampai di
Rumah Selly, dia mengetuk pintu “Selly, Selly” “iya, ada apa ya?,saya sendiri”sahut Selly “oh, Fany ya ada apa Fany?” “ini lihat lah” “wahh indah sekali bunga ini”ternyata hari ini Selly berulang tahun
“dan hadiah ini untuk kado ulang tahunmu Selly,aku tahu kau menyukai bunga, jadi aku belikan kau bunga cantik, sebenarnya ini dari ayah, tapi ini ku beri saja padamu ^^” “a..h, apa kau sudah bilang
Pada ayahmu Fany??” “ya, tentu saja sudah”
“tuk..tuk..tuk” “ia saya Selly” “hei Selly ini aku, Fio” “oh Fio, silahkan masuk”saat masuk Fio kaget karna Fany sedang memberikan hadiah pada Selly “hahh..!!,
mengapa Fany ,memberikan hadiah pada Selly??”
“ewwaaahh.., gawat, tapi,huh, baiklah sekarang Selly ulang tahun Fio” “apaa??” Fio terkejut “mengapa kau tak bilang padaku Fany??”Fany menangis
“heem,heem,heem,maafkan aku Fio, aku sombong padamu saat melewati rumahmu tadi, karna aku tidak mau kalau kau sampai tau kali ini Selly ulangtahun” “haah,mengapa kau tidak bilang Fany??”
“karna aku ingin yang pertama memberikan hadiah pada Selly” “oh begitu ya, ya sudah tak apalah, sekarang aku akan jelaskan padamu ya..!!, Selly menjelaskan “jika ingin memberikan hadiah itu,
tidak Peduli mau memberikan yang terakhir atau tidak, yang penting dari keikhlasannya, lalu kita tidak boleh ingin menang sendiri, itu namanya curang, jadi lain kali Fany jangan ulangi lagi ya” “ya” “tidak hanya Fany Fio juga ya” “oke boss” “hahahaha…”
Lalu Fany dan Fio berbaikan lagi.
Kamis, 24 Desember 2009
Chemax (software 5000 Cheats PC)
Jumat, 13 November 2009
cerpen gajeee akatsuki
~Rahasia Dibalik Organisasi Akatsuki ~
Disclaimer : bang Kishimoto, kupinjam chara Narutomu ya
Mohon maap bila ceritanya garing dan bahasanya kurang bagus en sopan, karene saya masih junior & ini fic pertama saya.
Warning: Umur semua karakter saya ngawur & Banyak adegan kekerasan
Mohon maaf bila ada kesalahan ratednya, Mohon silahkan diberitahu..
Chapter 1
–Introduction-
Pada suatu hari disebuah hutan yg amat sangat terpencil dan terasing terdapat markas organisasi Akatsuki yg super duper miskin, kere dan kumuh. Terdapat berbagai macam mahluk yg mengenaskan & tidak berbentuk seperti :
Ketua (Pein) :
Gender laki-laki, memiliki mata seperti obat nyamuk, dan banyak piercing besi karatan yg menancap dimuka super duper ngeres & mesumnya .(Author: “reader setuju!!”, Reader:” Setuju 100%!!”)
Anggota :
Konan :
Gender: Perempuan. Manusia (lebih mirip tumpukan kertas Koran – dilempar sandal jepit ama konan -)yg terdiri dari kumpulan sampah kertas, bungkus nasi, & origami lecet yg sudah terkena cairan beracun dari Venus flytrap (Zetsu) .
Itachi (ceritanya masih idup): Gender : Laki-laki, umur : 55 thn -di Ametarasu Itachi, Author koma 22 tahun 2 bulan 22 hari– Ralat, Umur : 25 thn. Memiliki wajah dengan paras cakep yg super dupeerrr -diawasi itachi pake mangekyou sharingan- . (Author: “Alah ngomong aja kalau udah tua Bangka, buktinya banyak kriput dimuka loh tuh!!” -di Tsukiyomi Itachi – Author: “Yee.. Gak kena”- Author nginbrit naik becak ke Afrika-)
Deidara: Gender: tak jelas (Deidara: “Kok ‘tak jelas’ un?” –siap2 meledakan C4- Author: “Eiits mau saya ubah kaya apa? Banci, Homo, Lesbian atau Waria”, Deidara: “Lho pilihannya kok gak bener semuah sih un!!!” Author: “Ck..ck… tau diri dong, guekan autornya jadi lo gak berhak marah, udah untung gue kasih tak jelas ketimbang tak bergender!”, -Deidara sweatdrop-) rambut kuning panjang dikuncir satu , tangan ada mulutnya dan berprinsip: “seni adalah ledakan” ngomong sambil pose ala Gai & Lee (Author: “hoeeekkk”)
Tobi: Gender: Laki-laki, Umur: ???/5thn (Tobi : “Apa maksudnya ‘???/5thn’ sih?”, Author: “Itu karena aku gak tau umurmu yg pasti jadi kutulis ‘???/5thn, ngerti?”, Tobi: ber ‘Oh’ ria). Anak yg suka lollipop, suka pakai topeng oranye yg kaya obat nyamuk, Autis dan suka dipuji ‘Tobi anak baik’.
Sasori (ceritanya masih idup) : Gender: Laki-laki, Umur: 21. Muka baby face, imut, cakep, ganteng & keren. Sikap cool, rambut warna merah. Penguna boneka kugutsu & jago dalam membuat boneka.(Deidara: “Curang un, masa Cuma sasori yg di kasih keterangan yg paling bagus un!”. Pein, Konan& Itachi: “Betul, gak adil!!”, Author: “Ingat, sayakan authornya jadi jangan protes, Sebaiknya kalian contoh tobi, dia sama sekali gak protes!!!”-di bom C4, di Tsukiyomi, di Rinnegan, di bungkus ama origami, Dan berhasil membuat Author koma 100 tahun 1 bulan 10 hari - Tobi: “tobi anak baek, tobi anak baik!!”-sambil teriak pake toa-).
Kisame: Gender: Hiu jantan (Kisame:” Oi author, kamu niat mati ya?”, Author: “Gak tuh!!”, Kisame: “kalau gak kenapa kamu tulis ‘hiu jantan’??”, Author: “Kenyataan kali!!”-dipukul Kisame pake beton 50kg-). Muka biru mirip kaya hiu yg dilaut, idola para hiu wanita dan Up to date bawa samehada: pedangnya yg gede kaya pentungan raksasa (lebay) .
Zetsu: Gender: Bunga jantan (Zetsu putih & hitam: “Ck….ck…. kasihan sekali author fanfic ini, belum apa-apa udah remuk badanya”, Author: “Ya mending akulah timbang lo, bunga jantan Venus flytrap, gak jelas dan gak bener!!” –Zetsu mengejar author untuk dimakan, author ngibrit ke ujung dunia sambil bawa laptop-, Umur: 26. Pencinta tumbuhan, mempunyai dua kepribadian, pencinta bungan bangkai & dan segala jenis bunga beraroma busuk(bau badannya pun busuk).
Hidan: Gender: Laki-laki, Umur: 28thn. Penyembah aliran sesat DJ (Dewa Jasin), tak bisa mati, rambut kuning, dan senjata andalan adalah sabit bercabang tiga.(Author:” Eiiits, tunggu dulu, saya belum selesai”) muka sok alim, sok keren, jaim dan dkk. (Pein, Konan, Deidara, Hidan& Itachi: “Bener – bener cari mati tuh Author!!!!”, Author: “ Gomen, ini cuma balas dendam karena telah ngeremukin badanku!!”, Hidan: “Kok aku juga di ikutin sih?”, Author: “Biar puas aja!” - Author berlari sambil mebawa laptop dengan kecepatan yg mengalahkan kecepatan cahaya larinya Eyeshield , karena dikejar segerombol makhluk aneh bernafsu penghancur & pembunuh berdarah dingin(yg tak lain dan tak bukan dalah Akatsuki, kecuali Kakuzu & Sasori yg cakep)-)
Kakuzu: Gender: Laki-laki, Umur: 30thn. Pencinta uang(Gila uang), bendahara akatsuki , dapat mencium keberadaan uang dalam radius 10 m, menggunakan kerudung dan cadar(kaya punya AAC), bekerja sambilan sebagai pembunuh orang berhadiah(sejenis pembunuh bayaran) dan jago menjahit. (Kakuzu: “Berani sekali kau menghinaku bocah tengik!!”, Author: “ Maaf bang, Maaf… nanti saya kasih 50 ribu,deh!”, Kakuzu: “kurang, 100 ribu!”-sambil nodong pake sabitnya hidan-, Author:” Iya deh, hiiks….hiiks” -author nangis Bombay, akatsuki sweatdrop-)
~Rahasia Dibalik Organisasi Akatsuki ~
Disclaimer : bang Kishimoto, kupinjam chara Narutomu ya
Chapter 2
- Pein secret Part I –
Pada suatu pagi hari yg cerah dihutan amat sangat terpencil dan terasing terdapat markas organisasi Akatsuki yg super duper miskin, kere dan kumuh. Terjadi keributan yg menggebrak meja hakim (ehh salah tulis)ralat: markas akatsuki.
Pein = P, Konan = Kn, Kisame=Ks & Kakuzu= Kk
P: “tidaaaakkkkk……”-teriak pake toa-
Kn: “ada apa sih pein-sama?”
Ks : “ketua mesum, kenapa lo pagi2 udah ribut? ”
Kk: “Sekali lagi lo kayak gitu, tak akan kukasih nanti uang buat beli majalah playwaria & kutagih utang lo ama gue yg lo tugak 10thn!”
P: “nooooo….”-teriak pake kubah masjid-
Trio K (Ks, Kn,& Kk): “gak usah lebay kale!!” teriak mereka bareng –mengalahkan suara pein-
P: “Iya..iya gak usah lebay, kale!! ”
Trio K: “Terus, kenapa lo pagi2 udah cari mati?”-Sambil Kisame bawa samehada, Konan bawa jarum kertas, dan Kakuzu bawa sabit Hidan-
P: “ampuuuunn, aku Cuma kaget ngeliat majalah playwaria edisi bulan ini!!!”-akatsuki sweatdrop-
Kn: “Emang napa? Ada pasangan YAOI baru ya?” –YAOI eyes mode: on-
Kk: “atau ada pembagian BLT gratis?” (Author: “ kayaknya gak mungkin deh!”)
Ks: “atau berita penangkapan hiu spesies warna biru? ” (Author: “Itu malah gak mungkin!”)
P: “Oh DJ(dewa jashin), apa yg terjadi pada babu-babuku ini” –sambil Lebay mode: on-
Hidan= H
H: “Oh pein ternyata kau penganut DJ ya, hiks…hiks…(nangis Bombay karena terharu)”
P: “Najis jong, ya GAK LAH masa gue nganut aliran tersesat yg baru aja diputuskan oleh majelis agama!” –Author lari dikejar hidan ampe keujung dunia-(Author: “kok aku sih,” Hidan: “Ya….Iyalah sapa emangnya yg nulis fanfic ?”-Author tepar gak kuat lari karena badannya segede Chouji-)
H: “Enak aja lo, DJ itu bukan aliran sesat buktinya ampe sekarang banyak penggemarnya!”
Trio K + P: “Titi DJ kali!!” –Konan YAOI eyes mode: off-
H: “Alah sama DJnya aja!”
Merekapun terus bertengkar bagaikan perang dunia ke 4
Tiba-tiba Itachi lewat
Itachi= I
I: “woi, kenapa dari tadi kalian bertengkar mulu!”
Trio K + P +H: “Emang napa?”
I: “Berisik tau!!”(teriak pake toa)
Trio K + P +H: “lo lebih berisik dari kita kali!!”
Itachi mengaktifkan mangekyou saringannya untuk melempar teman-temannya kedimensi lain.
Di dimensi lain….
P: “oi, sekarang jam berapa?”
Kk: “jam 09.00, emang napa?”
P: “ngak papa” –inner: mampus gue, guekan ada janji jam 09.15 -
~Rahasia Dibalik Organisasi Akatsuki ~
Disclaimer: bang Kishimoto, kupinjam chara Narutomu ya
Chapter 3
-Pein secret Part II –
Pein = P, Konan = Kn, Kisame=Ks, Kakuzu= Kk & Hidan= H
P: “Oi Kiss!!!” (sambil menghadap kearah Kakuzu)
K: “Lo minta dicium?”
H: “Ingat DJ melarang ketua melakukan hal tabu itu apa lagi ama Kakuzu!!”
Kn +Ks: “Betul betul betul betul !!!”(sambil nirukan suara upin ama ipin)
P: “Iiih, sapa kali yg mau ama Kakuzu, aku cuma mau manggil Kisame!!”
Trio K + H: “Oooohh….”
Ks: “terus napa loh manggil gue?”
P: “lo kan patnernya Itachikan, pasti tau kan cara untuk keluar dari sini !!”
Ks: “Hmm….”
1 Abad kemudian (gak ding!!)
P: “Oi, udah 5 menit nih!!, Sebenarnya kamu tau apa gak?”
Ks: “Gak!”-ngejawab dengan tampang innocent –
-Akatsuki Sweatdrop-
Tiba-tiba….
Someone: S
S: “Jual-jual pintu kemana saja, Pintu yg bisa mengeluarkan anda dari dimensi ini!!” -Teriak pake toa-
P: “Emang itu berapa, kus?”
S: “Enak aja lo tampang imut kayak kucing gini lo bilang tikus!!”
P: “Ya maap, jadi berapa?”
S (yg diketahui bernama Doraemon): “Murah kok Cuma $”
Kk: “Apa gak kemahalan?”
S: “Ya gak lah, wong yg biasanya kesini aja saia kasih tarif $”
Trio K + H+P: “Oooooohh…..”
Mata Pein dkk melirik kearah Kakuzu
Kk: “Napa kalian pada liatin gue?”
Kn+Ks+P+H: “Gak, Cuma ngeliatin yg ada dibalik jubah lo!!”-Bareng-
Kk: “Pokoknya tidak, pasti kalian mau mengambil uangku ini kan?”
Kn+Ks+P+H: “Gak kok, cuma mau minjem” –Bareng lagi-
Kk: “Pokoknya gak!!”
S: “Jadi beli gak?”
Dan terasa hawa yg mengerikan dari Akatsuki cs yg mengarah kepada Kakuzu
Beberapa menit kemudian….
P: “Ini cing uangnya” –sambil nyerahin uang-
S: “Nah ini barangnya..” –diambilnya sebuah pintu warna biru dari kantonya yg warna putih-
Kk: “Hikss… Hikss… Puas kalian!!”
Kn+Ks+P+H: “Iya, Emang napa?” –Bareng lagi-
Kakuzu yg mulai gak waras karena udah keilangan uangnya pun mulai nyanyi gaje……
Kk: “Kau sakiti aku dengan uangku….”
Kk: “Dan kau tak peduli apa yg terjadi pada uangku…”
Kk: “Lelah hati ini menghitungnya”
Kk: “Uang ini miliikkuu…”
Sementara itu kita lihat anggota akatsuki yg masih berkutat dengan pintu kemana saja…
H: “Lebih baik aku saja yg menguji coba dulu pertama kali?”
Kn+Ks+P: “Silahkan!!”
H: “Tempat yg suci” –sambil megang kenop pintu kemana saja-
Setelah dibuka….
P: “Ini dimana?”
Kn: “Kok panas banget ya?”
Ks: “Lagian banyak orang pake baju putih muterin bangun bentuk kotak!!”
H: “Ini Mekah dan lebih jelasnya dikabbah, dudut!!”
Kn+Ks+P: “Haaaaaahhh….”
Dan giliran selanjutnya….
Ks: “Nah giliran gue yg nguji coba!!”
Ks: “Ikaaann..” -sambil megang kenop pintu kemana saja-
Setelah dibuka….
Mahluk spon berwarna kuning: “Aku siap, Aku siap, Aku siap!!”
Kn: “Ini dimana lagi ?”
P: “Bikini Bottom” –Sambil baca tulisan di papan-
Mahluk spon berwarna kuning (yg diketahui bernama Spongebob: Sp)
Sp: “Selamat datang dibikini bottom, mahluk tak berbentuk!!” (yg dibold berarti ada penekanan)
Ks: “Ini dia, dunia saudara-saudara kita….”
Kn+P+H: “Dunia sodara lo kale!!”
H: “Lagi pula masa ada kembaranya Kakuzu disini!!” –sambil nunjuk kekepiting aneh yg diketahui namanya tuan Krab-
Tuan Krab: “Uang, Uang, I love Uang”
P: “Yg anehnya lagi disini juga ada kembaranya Dei-dei(Deidara)” –Sambil nunjuk gurita warna ijo yg diketahui namanya Squidward-
Squidward: “Ini adalah seni!!” –Sambil nunjukin hasil tanah liatnya yg tak berbentuk-
Kn: “Dan ANEHnya ini kan laut, Kenapa ada Tupai Texas?” –sambil nunjuk tupai(Sandy) yg lagi membagakan dirinya yg berasal dari Texas-
-Akatsuki pun berbingung ria (Ps: kecuali Ks)-
Dan giliran selanjutnya….
Kn: “Biar aku uji dulu, ini berbahaya apa tidak!!”
P: “Up to you..” (Ks & H sedang asik dengan moment2 bahagia meraka karena impian tercapai)
Kn: “Cowok Cakep” -sambil megang kenop pintu kemana saja-
Setelah dibuka….
Kn: “Kyaaa….” –Teriak histeris-
P: “Emang ada apa, yang?”
Kn : “Ada Kim Bum, Lee Min Hoo, anggota lainnya F4 di BBF & Aktor cowok Korea yg ganteng lainnya !!”
P: “Oh, terus sekarang kita ada dimana?”
Kn: “Dasar kuper, kita sekarang ada di Korea tau!!”
(Dan sekali lagi Ks & H sedang asik dengan moment2 bahagia meraka karena impian tercapai)
P: “Kembali kedimensi lain” -sambil megang kenop pintu kemana saja-
Kembali kedimensi lain….
Kn+H+Ks: “Loh kok gak pulang!!”
P: “Rupanya kalian melupakan Kakuzu!!” –sambil nunjuk mahluk bercadar yg mojok di pinggir-
Kn+H+Ks: “Upss..”
P: “Nah sekarang baru kita pulang”
Pintu Kemana Saja: “Maaf baterai habis, saya akan mati”
Kn+Ks+P+H: “Tidakk…..!!”
Mereka pun membuang 8 menit untuk jalan2 kedunia lain
Inner Pein: “Mampus aku tinggal dua menit lagi” –Sambil liat jam gede yg baru saja ia nyolong dari Kelinci yg biasa pake jas di Alice In Wonderful land-
3 Menit berlalu…(jam 09.16)
Tiba-tiba tubuh Anggota Akatsuki yg berada di dimensi lain tak terkecuali Kakuzu pun tersedot. Dan sampai ketempat yg mereka rindukan, yaitu MarkasBobrok mereka tercinta -Author dibunuh Anggota Akatsuki-
Itachi = I & Tobi = T
I: “Bagaimana, puas berada didimensi lain yg kosong ?”
Kn+Ks+H: “Puas banget!!” –Itachi mlongo-
T: “Pein senpai, ada titipan dari orang yg tadi dateng ke sini cari senpai!!” –Sambil bawa kardus gede yg ada tulisan ‘to: Pein’-
Yap, dengan tidak sengaja Tobi pun tersandung dan kardus gede itu terlempar ke Kisame, sukses membuat isi kardus itu berceceran karena tebasan reflek dari samehada Kisame.
Ini lah reaksi anggota aktasuki melihat barang didalam kardus untuk Pein itu :
Sasori : Histeris + Kegirangan karena ada boneka Dora The Explorer lengkap beserta seluruh karakter di Dora The Explorer.
Tobi: Kegirangan karena ada CD lengkap Video Dora The Explorer & ada penggemar lain Dora The Explorer.
Deidara: Hatinya sekarang sedang berbunga-bunga karena dapat patung tanah liat lengkap karakter Dora The Explorer
Kakuzu : Bahagia karena dapat menjual barang2 tersebut untuk mengganti uangnya yg ilang.
Kisame: Shock berat karena ketua yg dihormati ternyata adalah seperti itu.
Konan: Depresi karena mengetahui pacarnya seperti itu.
Itachi: Bahagia karena ada oleh2 buat cute outotonya, maklum Sasuke penggemar Dora The Explorer (Ketularan Naruto).
Hidan: Taubat dari aliran sesat DJnya
Zetsu: Mengulangi kata2nya yaitu “Kiamat” sebanyak 100x
Sudah bisa dipastikan Pein jadi gila, depresi, Histeris karena kehilangan wibawanya dan malu sampai pergi kesegitiga Bermuda karena rahasia yg paling ia jaga terbongkar.
Yaitu: Bahwa Pein adalah penggemar beraaattt.. Dora The Explorer.
-END OF PEIN SECRET-
~Rahasia Dibalik Organisasi Akatsuki ~
Disclaimer: yang jelas bukan punya aku
Warning: effek samping dari membaca fanfic ini adalah…. bila anda sedang stress, maka anda akan menjadi stress kuadrat. Dan anda akan yakin bahwa yg menulis fanfic ini benar2 MKKB.
Chapter 4
- Konan secret–
Seperti biasanya, Markas Akatsuki masih terlihat ramai seperti kapal pecah. Tobi yg kegirangan menyaksikan adegan Dora The Explorer, saat Dora menyuruh para penonton memeluk orang disampingnya. Dan kebetulan sekali yg ada disebelah tobi adalah Deidara jadi, Tobi memeluk Dei-dei(Panggilan Deidara dific ini), secara reflek dia melemparkan bom C4 tanah liatnya sambil berkata “meledak”, Itachi yg berada di TKP langsung mengaktifkan mangekyou saringanya dan melempar effek bom itu kedimensi lain, dan naasnya Kakuzu, Konan, Pein, Deidara & Zetsu ikut tersedot ke dimensi lain. Itachi yg habis mengaktifkan mangekyou saringan pun tepar karena tertular virus tepar milik Kakashi –Author tepar habis di chidori sama Kakashi-
Kakashi: “Karena Autornya tepar maka fanfic ini dinyatakan –TAMAT-”
Author: “Enak aja lo guekan Authornya, masa lo yg mutusin!!”(Dalam keadaan seperti mumi)
Kakashi: “Bukanya tadi kamu kuchidori ya, Kok masih idup?”(Sambil nyengir tanpa rasa dosa)
Dengan nistanya Author menuliskan nama Hatake Kakashi dalam sebuah buku yg bertuliskan ‘death note’, dengan cara kematian keselek biji pisang susu.
Kira: “Oi, ada yg tau gak dimana death noteku ?”
Back to the story
Sementara di dimensi lain, Tertampanglah lima mahluk dengan penamipal tak berbentuk, tak jelas kelaminnya, dan tak jelas jenisnya. Pein yg pernah terdampar disini yg mengakibatkan terbongkarnya rahasianya langsung pundung dipojokan (Emang di dimensi lain ada pojokan?) . Sedangkan Kakuzu, Konan, Dei-dei, & Zetsu pun sibuk dengan dunia masing-masing:
Zetsu: masih asik dengan tanaman Venus flytrapnya (Author: “Oi darimana kamu dapet tuh Venus flytrap?”, Zetsu: “Oh itu, gue baru aja nyolong dari orang yg tadi lewat sambil bawa banyak tanaman”, Zetsu lainya: “itu loh yg barusan lewat, Rambutnya panjang warnanya kuning, mata satunya ketutupan rambutnya!!”)
Kisame: masih asik mandangin dirinya sendiri di cermin ajaib(Cerminya nyolong dari kastilnya nenek sihir di snow white)
~ “Siapa yg paling ganteng diduniah ini? Tanya Kisame”
“Anda tuan..” Jawab cermin(Jawabnya sambil gemeter coz ditodong samehada ama Kisame)~
Konan: kali ini dia cuma diem tapi aja kaya orang nyembunyiin sesuatu
Dei-dei: Masih asik dengan temannya yg baru saja ia temui. ini dia deskripsi tentang temannya itu: rambut warna merah, suka sekali dengan pasir, & seorang yg bertampang ganteng.
Beberapa menit kemudian….
“Oi, udah selesai dengan dunia kalian?” Tanya Pein
“Udah Kapten” Jawab Kisame dan dkk
“Sekarang, siapa yg tau cara keluar dari sini?” Tanya Pein
“Gak tau Kapten” Jawab Kisame dan dkk (Ngomongnya bareng+ toa lagi) –Pein sweatdrop-
“Oi Kiss, nanti lo pukul nih dimensi sama samehada lo tapi tunggu aba2 gue!” Titah Pein pada Kisame
“Aye aye captain” Jawab Kisame
“Buat apa sih Kisame lo suruh mukul nih dimensi?” Tanya Zetsu
“Ck..ck.. emang disini Cuma aku yg pinter (Huuu…!!), gini loh! Kisame kan nanti mukul nih dimensi mungkin aja kita bisa keluar lewat lubang yg diciptakan Kisame(Emang bisa?)” Jawab Pein dengan narsisnya, sedangkan Konan dkk hanya ber ‘oh’ ria tanda tak mengerti.
“Are you ready kid?” Tanya Pein
“Aye… aye captain” Jawab Kisame
“I can’t hear you” Kata Pein
“Aye...aye captain” Teriak Kisame pake toa masjid nyolong.
“Oi gak usah lebay kale!! ” Bentak Deidara
Dengan sangat kuat, samehada Kisame menghantam dimensi lain ini. Muncullah lubang dari dasar dimensi itu dan menyedot Pein dkk.
Dan mereka pun sampai disebuah hutan. Tiba-tiba terdengar sebuah lagu ditempat mereka berada sekarang:
~Go Diego Go..!!
Deep inside the jungle where Mr. Nature is eating marshmallow
Coming to lazy is a very special crime
Talking to the animals is a crazy action
This rough and tough adventurer is sleeping all the time
Yovi n Zetsu… Zetsu… Zetsu… Go, Zetsu, Go
(Pelesetan lagu theme Go Diego Go)~
Dan mereka juga melihat seorang anak manusia bergrlantungan ama anak jaguar.
“Kok rasanya ada yg manggil aku ya?” Inner Zetsu
“Nyampe diamana nih?”Tanya Diedara
“Mene ketehek, wong hutan tempat markas kita gak sebagus ini!!” Jawab Kisame
“Lo gak papakan Konan?” Tanya Pein pada konan yg dari tadi diem aja.
“Gak papa” Jawab Konan (Inner: tahan Konan, tahan sampai kamu menemukan ‘Itu’)
“Hello, namaku Diego” kata diego memperkenalkan diri
“Gue tau kok, lo kan yg biasanya ditonton Tobi” Jawab Deidara
“Berarti Kita masuk tipi dong!!” Kata Kisame dengan narsisnya menghadap kekameramen.
“Ck….ck…. sejak kapan Kisame ketularan virus narsisnya Itachi?” Tanya Pein pada batinya
“Oi bi, selametin kita dari sini seengaknya lo suruh si Itachi kek!!” Kata Deidara sambil ngadep kearah Kameramen.
Sementara dimarkas Akatsuki…
“Wow hebat, para senpai sekarang masuk tipi hole!!” Teriak Tobi yg lagi nonton tipi(Suara teriakanya malah lebih parah dari nyayi Giant bahkan sempat membuat gempa bersekala 7,1 Skala Richer di markas Akatsuki)
“Woi, napa lo ribut tobi the good boy?” Tanya Itachi yg terbangun dari virus teparnya berkat suara Tobi.
“Pein senpai dan para senpai lainnya masuk tipi!!” Jawab Tobi, Itachi hanya ber ‘oh’ ria melihat teman-temanya masuk tipi.
Kembali ketempat Pein dkk….
Tiba-tiba tercium bau yg amat sangat busuuuk banget ngalahin baunya Rafflesia Arnoldi disekitar tempat Pein dkk ama Diego.
“Bau siapa nih ?, BUSET BAU BANGET” Tanya Kisame, sedangkan Diego dan anak jaguarnya langsung tepar mencium bau yg 7 hari 7 malam gak bakal ilang walau mandi kembang 7 rupa.
“Pasti baumu, atau baumu, atau baumu!” Pein berkata sambil nunjuk Kisame, Zetsu, Deidara pake senjata M16 yg baru saja ia nyolong dari mahluk kaya setan dengan rambut spike mencuat keatas berwarna kuning dengan tinggi badan 176 cm.
“Gue..” Terdengar suara orang berkata tapi lebih mirip orang berbisik dari arah Konan
“I can’t hear you” Kata Pein sambil niru openingnya spongebob.
“GUE yg ngeluarin bau itu dan gue habis kentut, puas lo?” Teriak Konan frustasi stadium akut
-Akatsuki cengo-
“Gila pantes aja setiap kali lo diem langsung kekamar mandi dan bau WC yg gak ketulungan itu ternayata tercemari ama bau ken-”Belum selesai Kisame berbicara, tiba-tiba terdengar suara ‘BLAM.. BUK.. PAAAK..’ dan terlihat lah hiu biru terbang keangkasa bahkan melayang mendekati matahari bersama pedangnya.
-Akatsuki cengo kuadrat-
Di markas Akatsuki….
“Waaa… ada bintang jatuh!!” Kata Tobi
“Saya beri dua permintaan” Kata Jin dari bintang jatuh itu yg tiba-tiba nyelonong masuk dalam fanfic.
“Aku pengen Kakuzu senpai mbalek” Kata Tobi
Tiba-tiba muncul hiu warna biru bersama pedangnya jatuh dari langit dan mendarat tepat di markas Akatsuki.
“Wah Kisame senpai, tapi kenapa Kisame senpai kembali dengan terbang bukanya berenang?” Tanya Tobi.
“Oh itu, jadi…”(Flashback mode:on) saat itu Kisame sedang berbicara, tapi belum selesai berbicara tiba-tiba sebuah bom tanah liat yg dilempar Konan meledak tepat di depan Kisame, origami Konan membentuk gumpalan seperti batu yg amat besar dan menghantam badan Kisame dan Konan memukul Kisame dengan samehadanya seperti memukul bola baseball dengan bat. Yap, dengan suksesnya Kisame terbang keangkasa bersama pedangnya (Flashback mode:off)
“Oi, jangan lama-lama tinggal 1 permintaan aja!” Kata jin bintang yg udah bosen dengerin ocehan Kisame.
“Aku pengen Pein, Konan, Zetsu & Dei senpai mbalek” Kata Tobi
“Ocre, oke & sip!” Kata jin bintang
Tiba-tiba muncul lubang hitam yg memuntahkan beberapa mahluk aneh. Setelah melakukan tugasnya jin bintang pun pergi.
“Hore, para senpai kembali” Teriak Tobi girang
Tanpa disadari tatapan death glare diberikan Konan pada mereka(Kisame, Pein, Zetsu & Deidara) disela kebahagianya karena bisa pulang. Dari tatapan itu mengatakan bahwa ‘Awas kau jangan berani-berani bilang pada siapapun, kalau tidak…’
Yang ditatap hanya bisa menelan ludah.
-END OF KONAN SECRET-
To be continue….
Jumat, 23 Oktober 2009
Akatsuki no pindaho rumaho
(Bag 1)
Saat ini, para anggota Akatsuki sedang berkumpul di ruang tengah untuk menggelar rapat komersial tentang pengeluaran dan hutang-hutang mereka. Ooo... ini bukanlah sebuah rapat negara, hanyalah naik banding beberapa orang anggota yang merasa haknya teraniaya.
“Konan, kenapa akhir-akhir ini kau mengurangi jatah makan kami?!” teriak Deidara yang tidak terima sembari memegangi perutnya. Wajahnya kuyu seperti kakek yang sudah tidak makan lima hari.
“Benar itu! Mana menunya kampungan lagi, tempe goreng dan krupuk keong. Apa kata dunia si Sasori pasir elit makan begituan?!” tandas si imut Sasori tak mau kalah. Ia menggeser posisi duduknya merapat ke sebelah Deidara, sama-sama pundung di atas tikar reyot.
“Lalu apa yang kau lakukan dengan sofa biru kesayanganku, Konan?! Kau ganti dengan tikar tua ini!” Teriak Kisame histeris. Ia meraba-raba tikar yang diduduki Sasori dan Deidara dengan tampang masam.
“Lo juga ngejual TV sama DVD player gue...! sekarang gue gak bisa nonton video bokep lagiiii....!” kali ini, giliran Itachi yang berteriak penuh ke OOC-an. Para Akatsuki guys pun saling ngedumel sendiri, mencaci-maki perbuatan si cewek tunggal di organisasi mereka.
PRAKK!
Konan yang sedari tadi dijadikan target amarah tidak terima dan membanting sendok sayur yang digenggamnya.
“TIDAK ADA PROTES-PROTESANN...!” potong Konan dengan suara toanya. Cewek berjepit bunga-bungaan kertas ini menghampiri sendok yang baru saja dibantingnya, dan memungutnya kembali dengan penuh amarah. Spontan seluruh anggota Akatsuki yang lain bergidik ngeri melihat kelakuan Konan yang super gahar.
“Kalian sadar untuk apa aku melakukan hal seperti ini?!” teriak Konan membahana ke seluruh ruangan. Yang lainnya hanya bisa berajep-ajep pelan. Konan menghela nafas, mendudukkan dirinya rileks ke sebuah sofa tua yang masih tersisa. “Coba kalian perhatikan rumah kita ini...”
Hidan dan Kakuzu yang dari tadi diam menerawang ke sekeliling rumah. Mereka berdua pun angkat bahu. “Tidak ada yang aneh.” Ujar mereka bersamaan.
“Tidak ada yang aneh?! Harusnya kalian merasa aneh melihat tempat tinggal kita yang seperti goa prasejarah ini!” bentak Konan merespon kelemotan Hidan dan Kakuzu.
“Hoy! Jangan hina rumah peninggalan bokap gue.” Sela Pein tidak terima. Ia memandang Konan dengan tatapan tidak percaya, tega sekali cewek ini menghina rumah indah nan nyaman ala Akatsuki?
“Kalau kau tidak terima, aku takkan menerima lamaranmu!” Konan mendelik ke arah Pein yang langsung memasang tatapan mohon ampunan. Plis guys, Akatsuki leader kalah sama cewek?!
“Terus apa hubungannya rumah ini dengan menyuruh kita berhemat, kak?” tanya Tobi memecah suasana. Wajahnya kelihatan cengok meski ditutup oleh topeng lolipop-nya.
“Dasar Tobi bodoh. Ya jelas ada hubungannya, lah...” jawab Konan sambil geregetan. “Kalian liat sendiri, kan? perumahan shinobi jaman sekarang kayak apa...”
“Maksudnya kayak perumahan elit gitu, kak? Pondok Indah apa Jatinegara misalnya.” Lanjut Tobi sok pintar karna tidak terima dihina bodoh. Tanggapannya itu langsung dibalas anggukan pelan oleh Konan.
“Kita butuh rumah elit yang layak, tidak seperti rumah reyot seperti ini.”
Telinga Sasori langsung melebar. “Wuow! Rumah elit katamu?! Aku banget tuh suka yang elit-elit.” Teriaknya kekanak-kanakan plus sok alay. Ia memandangi Konan dengan tatapan bersinar-sinar ala puppy eyes nan imut.
“Menjijikkan...” Gumam Deidara menatap sinis Sasori. “Dasar sok kaya, padahal bekas jukir di mall giant.”
“Apa?!” Sasori memicingkan matanya pada Deidara. “Partner goblok. Tidak usah buka-buka aib kau.” Teriaknya.
Konan mendelik lebar pada duo partner berisik itu. Sasori dan Desidara yang sedari tadi bertengkar langsung berpelukan ngeri. Hiperbolisme.
“Mulai sekarang, kalian masing-masing harus bekerja sambilan!” pecah Konan kembali dengan suara toanya. “Apa saja yang penting halal. Sampai kita bisa punya rumah elit, bukan goa reyot seperti ini!” tegasnya sembari menggebrak meja.
“Hoy. Kasian almarhum bokap gue...” gumam si Pein dengan tampang uring-uringan.
BUAK!!
Sebuah sendok sayur menghantam wajah tampan sang ketua Akatsuki tersebut. Si cewek kertas alias Konan langsung berdiri dari singgasana sofanya dengan wajah memerah.
“DIAM!” teriaknya.
------
Pemuda di sebelahnya masih tak menggubris.
“Itachi...” tegur si Kisame kembali. Kali ini dia mengguncang-guncang pundak partnernya itu. Masih tak ada respon dari yang bersangkutan.
“ITACHI...!!!” teriak Kisame sekali lagi, kali ini dengan suara super-toa. Si Itachi shock dan melempar sebuah buku yang sedari tadi dipandanginya dengan tatapan mesum. Kisame yang penasaran langsung memungut buku yang terjatuh itu. Maaf. Bukan buku, tapi sebuah majalah berbentuk buku. –halah-
“YA---AMPUUNN...!” pekik Kisame histeris penuh ke-OOC-an. Secara reflek ia melemparkan majalah si Itachi kedalam tong sampah, lalu kembali memandangi partner mesum-nya itu. Itachi masih senyam-senyum gaje diliatin seperti itu. Dengan tampang tidak bersalah, ia menanyakan, ‘apa ada yang salah?’ pada Kisame.
“KAU MEMBACA MAJALAH PORNO LAGI?!” sembur Kisame persis di muka Itachi. Itachi hanya mengangguk-angguk pelan dan kembali memasang senyum mesum pada partnernya. Sesekali ia mencuri pandang pada tong sampah berisi majalah cap Playb*y yang barusan dibuang Kisame.
“Ya ampun BERTOBATLAH! Ini bulan puasa, King of Bokep!!!” Kisame memarahi Itachi yang langsung memasang tampang masam. Si Kisame yang sudah asam-garam mengenal partnernya itu hanya bisa mengelus dada menyaksikan segala kelakuan bejat Itachi. ia masih ingat seberapa bejatkah partnernya itu. Saat sang partner berusia lima tahun. Anak-anak yang di kala itu masih sibuk bermain mobil-mobilan dan boneka, seorang anak bernama Itachi itu malah asyik bermain petak umpet dengan germo. Terlalu.
“Kisame.” Itachi menyambar liontin perak bulat yang membuat Kisame tersadar dari lamunan parnonya. “Kita mulai bekerja saja.”
------
Terdengarlah sebuah sound effect yang mengilfilkan.
SRET... SET...
Seorang cowok berambut panjang berkuncir sedang menggrepe-grepe pantat oom-oom berpenampilan preman. Dengan tatapan nafsu ia masih menelusuri pantat korbannya, Tidak peduli saat ini mereka berada di tempat umum, sebuah angkutan rakyat berwarna biru donker.
“Pssst, Itachi...” Desis seseorang bersisik hiu yang berada di belakang cowok kunciran nafsu itu. Si cowok kunciran itupun menoleh.
“Cepat ambil!” bisik cowok sisik hiu itu kembali yang tak lain sodara-sodara, Kisame Hoshigaki sendiri.
“Iya ini gue masih nyari dompetnya.” Balas Itachi agak uring-uringan. Tidak sadar jarinya kini menekan keras pada pantat oom-oom preman.
“ADAOOW!!” teriak oom-oom preman kesakitan. Ia menoleh ke belakang dan mendapati pantatnya diraba-raba oleh seorang cowok bertampang mesum.
“.......”
“.......”
Diam sesaat.
“HOMO...!!!” teriak sang preman penuh kehisterisan. Ia langsung melompat kabur dari angkutan tanpa memedulikan supir angkot yang berteriak, ‘Hoi, bayaar dulu bang!”
“Kejaaar!” teriak Kisame sembari mengacungkan jari telunjuknya. Ia berlari menerjang penumpang angkot dan mengejar sang ‘om-om preman’, diikuti partnetnya Itachi. sang supir pun tampaknya ingin berteriak sekali lagi, ‘bisnis lagi lesu nih, bayar dong mang!’
Kejar-kejaran pun masih terjadi antara oom preman dan duo Akatsuki itu. Weleh, biasanya si copet yang dikejar, tapi ini malah sang korban yang dikebiri.
Sang preman itu menukik ke sebuah gang kosong berisi tong-tong sampah. Dan sialnya, gang itu buntu.
“TUOLOOONG!” teriaknya sambil bergidik ngeri melihat dua orang yang mengejarnya berdiri di depan mata.
“Itachi...” desah Kisame dengan pandangan tidak tega. Itachi mengangguk dan mengeluarkan sebuah liontin perak yang dipegangnya. Sang oom-oom makin merinding. ‘Apakah liontin itu berisi senjata tajam?’ pikirnya.
“Gendam ala Itachi!” teriak si Itachi penuh OOC di depan sang oom preman. Si preman memandang liontin yang digerak-gerakkan Itachi sampai akhirnya ia merasa matanya berputar-putar, dan jatuh tertidur.
BRETT! Kisame menyambar dompet yang dikantongi preman tersebut, dan membuka isinya.
“Goceng?” pekik Kisame shock sembari masih meraba dompet tersebut. Itachi beranjak mendekati partnernya itu.
“Dompet Billab*ng pink beginian isinya cuman goceng?” Kisame masih shock dan melempar dompet indah itu, yang langsung ditangkap lebay oleh Itachi.
“Haha. Lumayan buat beli gorengan di mak Erot.” Tawa Itachi memecah suasana. Wajahnya memancarkan aura kesintingan.
“Sial... diam kau! Mak Erot itu kan...” Kisame membekap mulut Itachi.
“yang penting, MISSION COMPLETED!”
------
“Jembar irenge... jembar rejekine...” seorang cowok dengan pose bertapa pun mulai komat-kamit. Ia mengambil sebuah telur ayam dan memecahkannya dengan cara mengetok-ngetokkannya ke kepala cowok satunya lagi. Ke kepala partnernya.
“Adow, amis Kakuzu!” teriak cowok nungging itu saat partnernya mengetokkan telur ke kepalanya. “Lo mau bikin telur dadar?!” tanyanya sembari mengusap kepala.
“Diam saja kau Hidan.” Jawab Kakuzu, masih pasang pose bertapa. “Jadi tumbal tak usah banyak gerak.” Ujarnya sembari memasukkan isi telur tadi ke dalam teflon yang baru dipanaskannya.
“Jadi kapan pelanggan kita datang?” tanya Hidan penasaran. Ia berusaha mempertahankan pose nunggingnya di atas tikar hitam dengan sepenuh hati.
TOK... TOK...
Pintu eh, selambu tenda pun diketuk. Seorang remaja berambut pantat ayam memasuki ruangan serbahitam tersebut.
“Dukun Kakuzu?” sapa pemuda berambut pantat ayam tersebut.
“Ah... pelanggan rupanya.” Celetuk Kakuzu masih berpose tapa ala Brahmana. Ia berdiri dan mempersilahkan remaja pantat ayam itu masuk. Bau kemenyan yang menyengat hidung, membuat sang remaja pantat ayam itu bergidik menahan mual.
“Jadi, apa masalahmu nak?” tanya Kakuzu sok bewibawa setelah dia dan remaja pantat ayam itu berhadapan. Yang ditanya hanya memasang tampang cengok sambil mengusap-usap perutnya yang agak buncit.
“Ngg... nama saya Sasuke. saya punya masalah dengan perut saya.” Jawab pemuda itu yang tanpa diminta memperkenalkan diri. “Saya takut kalau saya disantet. Apa yang harus saya lakukan, mbah?” tanyanya.
“Hmm, masalah kamu cukup serius. Duduklah dan akan saya obati.” Suruh Kakuzu dingin. Sasuke hanya mengangguk dan menuruti Kakuzu.
“Kau siapa?” tanya Sasuke heran melihat Hidan yang sedari tadi nungging di tikar. Hidan mendelik dan memasang tampang masam.
“Ooo, itu dukun partner saya. Dukun aliran Janshin si ahli ilmu hitam. Dia di sini sebagai tumbal, tempat menyalurkan penyakit para pasien saya.” Jawab Kakuzu sekenanya.
“Penggantinya, mbah? Biasanya ‘kan tumbal itu pakai telur ayam apa hewan gitu?” Sasuke menggaruk-garuk kepalanya. Baru kali ini dia melihat tumbal berwujud manusia.
“Ya begitulah. Saya pakai Hidan soalnya saya sayang duit buat beli tumbal telur ayam. Mending saya goreng.” Jawab Kakuzu enteng. Ia mengangkat telur yang dia goreng tadi dan menghidangkannya di atas piring. “Kau mau?” tawarnya pada Sasuke.
Hidan yang sedari tadi mendengar percakapan dua orang bodoh didepannya masih memasang tampang masam. ‘dasar Kakuzu mata duitan.’ Pikirnya keki pada partnernya yang sudi mengorbankan dirinya demi uang. Mentang-mentang dia matinya susah...
“Mbah, gimana perut saya?” tanya Sasuke kembali pada Kakuzu yang baru saja menghabiskan telur dadarnya. tanpa terasa air liurnya menetes. “Mbah nggak puasa?”
“Perutmu tak apa-apa. nanti saya kasih obat dan resepnya.” Kakuzu menuju ke kotak obat dan membongkar isinya. “Saya gak puasa. Saya halangan. Nah, ini dia!” teriaknya sambil mengibas-ngibaskan sebungkus pil koplo yang tidak jelas merk-nya.
“Halangan, mbah ‘M’ ya?” Sasuke masih cengok dan memberondong dengan pertanyaan yang sangat tidak penting.
“Ya, saya ‘M’. Mencret.” Jawab Kakuzu dan menyodorkan bungkus obat tadi pada Sasuke. “Minum ini tiga kali sehari.”
“Obat apa ini mbah?”
“Obat wasir.”
“Ooo... jadi selama ini saya sembelit?”
“Ya.”
“Bukan kena santet, mbah?”
“Bukan.”
“SUDAH DIAMM!” teriak Hidan yang tidak tahan mendengar percakapan dua orang bodoh didepannya. “Lain kali kau buka praktek aborsi saja Kakuzu!”
“Maaf saya mengganggu. Terimakasih mbah.” Ucap Sasuke sungkan melihat amarah Hidan. Ia menyodorkan selembar uang pada Kakuzu. “Lain kali saya bawa teman saya yang bisulan.”
Sasuke pun meninggalkan tenda serbahitam itu dengan tampang ceria, seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapat sebatang permen.
“Dapat berapa Kakuzu?” tanya Hidan tidak sabar. Ia membenarkan posisinya menjadi duduk setelah sekian lama menungging.
“Lima ribu.” Jawab Kakuzu enteng.
“LIMA RIBU?! Setelah perjuangan gue sekian lama NYUNGGING?!!”
(Bag 2)
Deidara dan Sasori. Dua partner yang sekarang lagi pisah ranjang. Eh, maksudnya lagi berantem. Semua berawal dari perdebatan mereka saat rapat komersial tadi. Deidara berniat berganti partner dan akhirnya memilih untuk berkolaborasi dengan Konan. Sedangkan Sasori? Dia dengan acuhnya membuat orderan wayang yang dititipkan oleh seorang dalang, tidak peduli ada Deidara di sisinya atau tidak. Mereka sudah tidak saling peduli lagi.
“Aku tidak butuh dirimu, Saso. Aku bekerja denganmu saja, ya, Konan?” cerocos Deidara sambil rangkul-rangkul si Konan, kayaknya sih sedang pasang aksi manas-manasi Sasori.
“Huh! Pergi saja dengan si Konan, aku tak peduli.” Ucap Sasori ketus. Ia segera berlalu dan mengunci diri di dalam kamarnya yang penuh dengan boneka, meninggalkan yang lainnya di ruang tamu.
“Lo kerjasama sama gue yah.” Bujuk Deidara pada Konan yang masih sok jual mahal.
“Emang lo bisa apa?” Konan memandang sinis Deidara.
“Gue bisa bikin peledak...” Jawab Deidara tak terima diremehkan.
“Okeh. Gimana kalo kita bikin bom kertas aja? Gue bikin kertasnya, elu bikin bomnya.” perintah Konan dengan nada sengak.
“Ide bagus atuh! Sekalian kita bikin petasan, ya. Nanti kita jual di SDN 01 Konoha.” Deidara langsung sumringah mendengar usul si Konan. Jangan ditiru sodara-sodara, bermain petasan maupun membuatnya adalah hal yang sangat berbahaya!
Jadilah kedua partner sementara itu merakit petasan untuk bahan berdagang. Setelah selesai merakit petasan-petasan yang dihargai mulai gopekan sampai gocengan, Konan dan Deidara langsung cabut ke SDN 1 Konoha menaiki sebuah sepeda ontel karatan nan butut yang diparkir di mulut goa.
“Cabut Dei!” teriak Konan setelah memastikan dudukannya telah pas. Deidara langsung menarik persneleng (?) sepedanya penuh semangat dan meluncurkannya ke jalan raya.
- - - - -
Gerbang SDN 01 sudah didepan mata. Terlihat kerumunan para anak SD yang sedang membeli jajan di luar gerbang. Konan dan Deidara datang tepat sewaktu anak-anak kecil itu sudah pada bubar sekolah.
“Rem Deeeiii...!!!” pekik Konan ketika menyadari sepeda yang mereka tumpangi malah menukik ke parit di sebelah sekolah.
“Aduuuh, kagak bisa Nan!” sahut Deidara was-was mengetahui sepeda butut tuanya itu tidak bisa di rem. Sepertinya bukan body sepeda itu saja yang sudah karatan, remnya pun karatan pula. Kedua orang itu hanya bisa pasrah pada nasib ketika sepeda ontel itu melesat dan makin mendekati mulut parit.
“AMPUUUNN...!!!!” pekik kedua penumpang sepeda itu bersamaan ketika tubuh mereka terlempar dan nyebur ke parit. Untung saja parit itu dangkal, jika tidak.... pikirlah sendiri akibatnya.
“Bweeeh! UHUK... UHUKK!” Konan terbatuk-batuk dan segera mengeluarkan dirinya dari parit, meninggalkan Deidara yang masih renang-renang gaje. Apa kagak malu tuh orang dijadiin tontonan para anak esde?
“Glupp... tidaaak... aku tenggelam...” Ronta Deidara seraya menggait-gait tepian parit. Konan sweatdrop ditempat melihat partner bodohnya itu kini memasang gaya surfing di atas air yang hanya sebatas lututnya.
“BERHENTI BERMAIN DAN PUNGUTILAH PETASAN YANG JATUH!!!” perintah Konan persis di telinga Deidara. Saking terkejutnya, cowok pirang itu kontan langsung memunguti petasan yang tersebar di dalam parit, lalu menaruhnya di keranjang yang dipegang Konan.
- - - - - -
“Cup... cup... Konan, ini sudah takdir kita.” Kata Deidara lembut menenangkan Konan. Bweeks! Seluruh murid SD yang ada di situ berasa nonton sebuah operah sabun dan langsung muntah ditempat. Gila yah, ini orang dagang petasan aja lebay banget?
“Hiks... hiks...”
Kedua partner itu masih terisak di tempat. Saling berpelukan dan berbagi kesedihan. Apes sekali nasib mereka berdua, yah. Tapi anggap saja ini karma. karma karena kedua partner itu punya niatan laknat untuk menjerumuskan dan meracuni para anak SD yang masih pada polos itu, dengan permainan berbahaya macam petasan.
“Aduh, apaan nih gatel-gatel...” rintih Deidara disela-sela kesedihannya. Ia langsung berdiri dari jongkoknya dan meraba-raba dadanya yang mendadak berasa gatal.
“Kenapa Dei?” tanya Konan penasaran pada partnernya. Dilihatnya Deidara mengeluarkan sesuatu di balik kaosnya yang membuatnya gatal-gatal barusan.
“EUREKA..!” teriak Deidara Histeris laiknya menjiwai seorang Archimedes yang nemu sebuah teori.
“Kenapa Dei?” Konan mengulangi pertanyaannya. Namun untuk sejenak mulutnya menganga ketika menatap sebuah barang nista yang dipegang dan diagung-agungkan oleh Deidara.
“KONAN, PETASANNYA MASIH SISA SATUUU...!!!” Deidara memekik kegirangan sambil loncatan gaje plus goyang dombret. Partnernya, si Konan, ikut-ikutan njoget juga plus bergoyang ngebor.
“Bang, bang, boleh kubeli petasan itu?” seorang anak kecil berambut pirang jabrik dan berkumis kucing menarik ujung baju Deidara. Deidara langsung menghentikan ritual jogetnya dan menoleh, lalu menatap anak kecil itu dengan tatapan bersinar-sinar.
“Boleh dek. Harganya gocengan yah.” Ucap Deidara lembut seraya memamerkan seringai ala salesman-nya.
“Beeh, masa petasan kagak mutu begituan mahal amat, bang?!” protes anak kecil itu sambil manyun. Deidara langsung memutar otaknya untuk mendapatkan ide.
“Eeehh,, jangan salah dek. Petasan ini yang ngerakit Nurdin M Top loh, dijamin mantep!” goda Deidara pada anak kecil kumisan itu. Dasar tidak berperasaan, beraninya ngibul sama anak kecil.
“Beneran bang? Ya udah ini duitnya! Yaaay!” anak kecil itu langsung main samber petasan yang disodorkan dan lari bersama teman-temannya setelah memberi selembar gocengan pada Deidara.
“Lumayan daripada gak dapet.” Deidara tersenyum puas. “Cabut nyok Nan.” Ajaknya pada sang partner.
“Yo.”
Dan mereka berdua pun meninggalkan SDN 1 Konoha dengan keadaan yang sangat tragis serta basah kuyup, sembari menuntun sepeda ontel tua yang makin karatan.
Ironis memang, berjualan petasan sekeranjang namun hanya mendapatkan selembar uang gocengan sebagai hasilnya.
Hidup memang kejam. *sigh*
- - - - - -
“Aduh, kenapa boneka ini jelek sekali, Sasori-sama?!” protes Tobi sambil menjungkir-balikkan mahakarya Sasori, sebuah boneka wayang yang dipesan oleh seorang dalang.
“AAARGH!” pekik Sasori frustasi, “Bisa gak sih lo kagak nggangguin gue?!”
- - - - -
“Udah lo diem aja!” bentak Sasori kasar pada cowok lolipop itu. Hatinya dongkol dan seolah merutuki ketololan si Tobi yang tidak ada habis-habisnya. Terang saja, yang membuat wayang buatan Sasori dihargai gocengan oleh pemesannya itu adalah ulah Tobi sendiri. Dengan seenak hati Tobi menumpahkan cat warna pelangi ke atas wayang buah karya maestro Sasori, sehingga harganya merosot drastis dari lima puluh ribuan menjadi selembar lima ribuan.
“Tobi salah apa kak?!” tanya si Tobi cengok dengan muka memelas, sedangkan Sasori hanya bisa mengelus dadanya. ‘sabar Saso, ente lagi puasa.’ Batinnya dalam hati.
- - - - -
Untuk kesekian kalinya, Akatsuki menggelar rapat komersial lagi. Kali ini bukan naik banding anggota yang merasa teraniaya, namun sebuah acara kumpul-kumpul dan hitung duit hasil kerjaan sambilan yang masih diketuai oleh Konan.
“Che, bentar lagi kita bisa pindah rumah euy.” kata si cowok imut Sasori semangat. Kedelapan anggota Akatsuki langsung membentuk sebuah lingkaran persis sekumpulan orang yang sedang bermain togel. Tapi si Pein dan Zetsu sama sekali tidak terlihat, ke manakah kedua doi berada?!
“Pein ama Zetsu masuk angin dan barusan tadi gue kerokin punggungnya.” Ucap Dukun Kakuzu menjawab pertanyaan sang author.
“Gimana? Kita mulai saja hitung uangnya!” perintah Konan seraya mengeluarkan uang hasil kerjanya dengan Deidara tadi.
“Gocengan.” Itachi melemparkan selembar lima ribuan lecek ke tengah-tengah lingkaran. Konan hanya menghela nafas dalam.
“Lima ribu.” Sekarang giliran Kakuzu yang melemparkan hasil keringatnya. Yah, kini dua lembar lima ribuan tergeletak tak berdaya di tengah-tengah lingkaran. Konan menelan ludah.
“Er, lima ribu juga?” kata Sasori dengan ragu sambil melemparkan selembar lima ribuannya ke atas kembaran uangnya yang lain. Konan mulai sesak nafas.
“Lima ribu, gak kurang gak lebih.” Deidara melemparkan uang hasilnya berjualan ketengah lingkaran menyusul lemparan Sasori. Terkumpul 4 lembar lima ribuan, yang berarti jumlah totalnya dua puluh ribu. Kali ini Konan serasa ingin jantungan ditempat.
“Sepertinya uang ini cukup kita belikan opor ayam untuk lebaran.” Usul Hidan percaya diri, disusul suara gaduh Konan yang mendadak pingsan dengan pose memegang dadanya.
“Apa gue salah ngomong?” tanya Hidan dengan tampak idiot.
Sabtu, 17 Oktober 2009
Cara Mendownload Games Online
Pertama :Buka situs web yang menyediakan games onlne misalnya www.armorgames.com atau www.freeonlinegames.comkedua :pilih games yang kamu inginkan yang ada di web itu (gambar ini saat sedang loading suatu game yg dipilih)

ketiga :tunggu sampai loadingnya selesai
keempat :buka tab baru lalu masuk ke www.file2hd.com


kesembilan:tekan save dan proses download pun berjalan
kesepuluh :tunggu sampai selesai
kesebeas :tinggal mainin.hehehe ^_^.
Selasa, 04 Agustus 2009
blog
Apabila kita suka nge-net (main internet), mungkin ga asing dengan kata Blog, ya… Blog adalah kepanjangan dari Weblog. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Jorn Barger tepatnya pada bulan Desember 1998 Dia menggunakan weblog untuk memberikan nama kepada kelompok orang yang mempunyai website pribadi dan selalu meng-update website-nya tersebut, baik itu berita, link ke website lain, curhatan, tutorial dan lainnya. Dan disertai komentar-komentar dari tulisannya tersebut. Pada awalnya blog hanyalah catatan perjalanan seseorang yang di publish di internet (mungkin sekarang juga ga berubah). Dilihat dari tujuannya seseorang membuat blog juga macam-macam, ada yang karena narsisnya, eksistensi, sharing ilmu, ajang diskusi, mencurahkan unek-unek, memajang iklan sampai ke hal-hal di luar jangkauan akal manusia (halah…)
Roger Yim, seorang kolumnis San Francisco Gate pada artikelnya, menuliskan bahwa sebuah Blog adalah persilangan antara diary seseorang dan daftar link di Internet. Sedang Scott Rosenberg dalam kolomnn bahwa Blog berada pada batasan website yang lebih bernyawa daripada sekedar kumpulan link tapi kurang instrospektif dari sekedar sebuah diary yang disimpan di internet.
Kalau kita masih ingat, Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Nestcape. Kemudian pada Januari 1994 Justin Hall memulai website pribadinya Justins Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang. Banyak sekali layanan penyedia weblog garisan, seperti wordpress.com, blogger.com dimana hampir setiap jam member mereka tambah banyak.
Di Indonesia sendiri, sejarah blog katanya berawal pada tahun 2000, dengan cikal bakalnya sebuah website yang bernama Indigos.Net Website pribadi yang berisi segala sesuatu tentang seseornag yang bernama Tyaz dari mulai biodata, profil teman, portofolio, hingga kumpulan puisi, tetapi Indigos.Net ini dikenal webblog pada tahun 2001 dengan membernya yang lumayan banyak pada saat itu dan contentnya yang inovatif dan kreative.
Membikin blog di blogger.com / blogspot sungguh sangat mudah karena blogger.com milik Google.com. Karena itu apabila Anda sudah punya email gmail.com, Anda tinggal langsung daftar di blogger.com. Singkatnya ikuti langkah singkat berikut:
1. Kunjungi blogger.com (klik)
2. Masukkan account Gmail di “nama pengguna (Email)” dan password di “Kata Sandi”. Lihat gambar 1.
Kalau belum punya Gmail, daftar dulu di Gmail.com.
a. Isi “Nama Tampilan” di kotak. Contoh: Nama Saya
b. Kasih tanda tik (check) pada “Penerimaan Persyaratan”
c. Klik “Lanjutkan”. Lihat gambar 2.
3. Pada “Judul Blog” -> isi dengan Judul yang diinginkan. Contoh Fatih Syuhud Blog
4. Pada “Alamat Blog” -> isi dengan alamat URL. Contoh, fatihsyuhud.
Jangan lupa klik “Cek Ketersediaan” untuk mengetahui apakah alamat URL yang dipilih belum ada yang punya. Coba buat alamat lain kalau alamat tidak tersedia. Lihat gambar 3.
5. Klik “Lanjutkan”
6. Pada “Pilih Sebuah Template” klik “Lanjutkan” (Gambar 4)
7. “Blog Anda Telah Diciptakan!” -> Anda sudah berhasil membuat blog (Gambar 5)
8. Klik “Mulai Blogging” untuk menulis artikel.
9. Di “Judul” isi kotak dengan judul artikel yang akan ditulis. Contoh: Menulis di Blog
10. Isi kotak di bawahnya dengan artikel. Sebagai contoh, Anda bisa meng-copy dari sini.. Lihat gambar 6.
11. Klik “Mempublikaikan Posting”
12. Selamat! Anda berhasil membuat blog dan memposting Artikel. (Lihat gambar 7).
Catatan: Untuk memposting artikel berikutnya, Anda tinggal mengklik menu “Posting”. Untuk mengedit tulisan tinggal klik “Edit Posting”
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Gambar 7
diambil dari beberapa sumber.
travian games
dipermainan ini pemain dapat memilih 3 suku,yaitu suku :
suku galia
Galia adalah suku paling damai dari tiga suku di Travian. Pasukan mereka dilatih sebagai pasukan bertahan yang sempurna, tetapi kemampuan mereka menyerang masih bisa bersaing dengan dua suku lainnya. Galia adalah penunggang kuda, kuda-kuda mereka terkenal untuk kecepatannya yang memungkinkan penunggangnya menyerang musuh tepat dimana bisa mengakibatkan kerusakan fatal dan dengan cepat menangani musuh mereka yang terkecoh.
Suku ini sangat mudah untuk bertahan, akan tetapi dipaki untuk bermain agresif juga memungkinkan. Ini memberikan anda untuk mengembangkan strategi yang berbeda-beda (bertahan atau menyerang, menyendiri atau penolong yang dapat diandalkan, pedagang atau perampas, infantri atau berkuda, settler atau chieftain), tetapi anda butuh sedikit pengalaman dan keahlian. Bagaimanapun, Galia juga cocok untuk pemula
ya kayak sukunya asterix dan obelix hehehe......
Spesialisasi:
1. Bonus kecepatan: Pasukan tercepat dalam Travian
2. Pertahanan rata-rata-bonus karena pagar kayu
3. Pedagang bisa membawa 750 unit sumberdaya (kecepatan: 24 bidang/jam)
4. Cranny is twice as big
5. Expensive siege weapons
6. Cheap settlers
suku romawi
Romawi adalah bangsa di Travian yang paling mudah dimainkan oleh pemula. Dengan tingkat sosial dan perkembangan teknologi yang sudah tinggi maka bangsa Romawi sangat menguasai pembangunan gedung, koordinasi, dan pasukan mereka adalah bagian dari pasukan elit di Travian.
Mereka sangat seimbang dan berguna dalam menyerang dan bertahan. Namun pasukan romawi dilatih sangat lama dan juga mahal. Infantri mereka adalah legenda hidup namun pertahanan mereka melawan pasukan berkuda tidaklah sebagus bangsa yang lain.
Untuk pemula dan pemain yang tidak mengetahui secara pasti keinginan mereka, Romawi adalah pilihan yang ideal.
sukunya musuhnya asterix dan obelix kan hehehe.....
Spesialisasi:
1. Bisa membangun lahan sumberdaya dan bangunan secara bersamaan.
2. Bonus bertahan tinggi-bonus dari Pagar Batu
3. PEdagang bisa membawa sumberdaya sebanyak 500 unit (kecepatan: 16 bidang/jam)
4. Infantri sangat kuat, pasukan berkuda rata-rata,
5. Pengembangan mahal dan memakan waktu yang lama.
suku teuton
Teuton adalah suku yang agresif. Pasukan mereka terkenal jahat dan ditakuti karena keganasan dan kegilaan saat menyerang. Mereka bergerak seperti sekumpulan penjarah, bahkan tidak takut mati.
Akan tetapi mereka kurang memiliki disiplin militer seperti Galia dan Romawi, yang mengakibatkan kelemahan mereka pada kecepatan dan pertahanan. Untuk pemain yang agresif dan berpengalaman, Teuton adalah pilihan yang tepat.
klo ini aku gak tau banyak hehehe.....
Spesialisasi:
1. Bonus rampasan: cranny musuh hanya bisa menyembunyikan 2/3 dari kemampuannya.
2. Pagar Tanah hampir tidak bisa dihancurkan, tetapi hanya memberikan bonus bertahan minimal
3. Pedagang bisa membawa 1000 unit sumberdaya (kecepatan: 12 bidang/jam)
4. Pelatihan pasukan yang sangat murah dan cepat yang menjadikannya perampas yang hebat
Pertahanan lemah
daftar game ini
sumber bysmagazine






