Selamat Datang Di Blog Aku....hahaha

hehehe...selamat datang yah di blog aku...semoga postingan-postingan yang ada di blog ini bisa mermanfaat bagi kamu...hehehe...jgn lupa comment...

Sabtu, 18 Juli 2009

cerpen online

UANG KAS

Pagi itu Kakuzu berjalan terhuyung- huyung ke ruangannya. Padahal masih pagi, tapi rasanya perjuangan berebut kamar mandi dengan Hidan kali ini lebih berat dari biasanya. Wong iya tu kamar mandi dijadiin tempat menjalankan ritual ama Hidan, jadinya ya tau sendiri. Kakuzu semakin tidak mengerti aliran Jashin itu seperti apa. Tapi yang pasti sesat sesesat sesatnya. Dan yang paling ia tidak mengerti kenapa Hidan masih setia dengan aliran abnormal dan jelas- jelas sesat itu. Yah… emang gue pikirin ajah, lagipula Kakuzu itu kerjaannya cuma berurusan dengan duit en duit doang.

Pria sepenuh baya itu membuka sebuah buku berukuran hyper-super-duper-ultra big size (segede apa tuh ?) setebal 20.000 halaman itu disebuah lapangan basket indoor dekat markas. Soal mindahin buku dari ruangan ke situ gak usah dipikirin, itu urusan Kakuzu. Buku itu ternyata catatan keuangan organisasi Akatsuki, dari tahun jebod ampe tahun ini dan buat tahun- tahun yang akan datang. Mata hijau penuh ketelitian (terhadap uang) itu memeriksa keadaan catatan kas Akatsuki tahun ini dan… satu pun belum ada yang bayar. Lha gimana mo bayar? Setor uangnya aja 200 jeti Ryo per minggunya. Padahal para anggotanya cuma seorang tukang becak yang pendapatannya tak lebih dari 50 ribu per hari. Uang dari mana coba?

Namun Kakuzu tidak peduli dengan semua itu. Mau tukang becak kek, mau tukang sapu jalan kek, mau kakek kakek kek, yang penting sekali bayar haruz bayar. Ia menutup kembali buku jumbonya itu dengan kesal. Meninggalkannya di sana kemudian bergegas menuju markas.

-di markas-

BRAAGGGHHH….

Kakuzu mendobrak pintu markas dengan emosi dan semau dewek, membuat para anggota yang sedang dalam kesibukan masing- masing itu terkejut. Saking terkejutnnya, Itachi, Kisame, Deidara, dan Sasori yang lagi makan ampe keselek berjamaah. Mata (duitan) ijonya Kakuzu melirik atu- atu anggota Akatsuki dengan penuh kenistaan. Yang laen langsung diem, kecuali Tobi yang lagi kegirangan karena bisa nyusun lagi pazel Dora barunya.

“KAS!”

Ucapan singkat Kakuzu tadi membuat semuanya begidik ngeri. Akhirnya teror yang menghantui mereka tiba juga. Setelah dua tahun, ucapan paling mengerikan menurut ‘The Most Scared Word’ versi Akatsuki Magazine keluar dari mulut apeknya Kakuzu. Deidara bersiap kabur dari meja makan makan, namun mata (duitan) ijonya Kakuzu lebih dulu menangkap gerakan itu. Dan ciaaattt….!!!! Dalam hitungan detik Kakuzu berhasil mengikat Dei di kaki meja makan dan menyumpal mulutnya dengan steropom. Setelah itu Kakuzu menoleh kebelakang, tapi anggota lain dah pada kabur. Kakuzu sweatdropped.

Namun sepertinya masih ada satu yang ketinggalan, Tobi! Ternyata ia masih saja sibuk dengan pazel Dora barunya dan tidak memperdulikan ucapan Kakuzu. Pria itu melangkahkan kakinya kearah Tobi yang sedang ber ‘yeah.. yeah… hore’ ria sejak tadi.

Kakuzu diam disebelah Tobi, Tobi menoleh.

“Wah… Kakuzu-senpai! Mau main sama Tobi, ya?”, ucap Tobi senang. Kakuzu menggeleng kemudian mengadahkan tangannya ke arah Tobi.

“Oh… Senpai mau main sama pazel baru Tobi? Ini!”, jah… si Tobi malah ngasiin tu pazel dan… Kakuzu melemparnya!

-dalam slow motion-

Tobi menatap pazel yang melayang itu dengan raut so sad dengan genre angst di dalamnya. Melihat gambar warna- warni dari potongan yang mulai tercecer itu, rasanya tidak mungkin jika ada yang melemparnya begitu saja… Tapi kenyataan berkata lain, Kakuzu telah melemparnya. Pazel nan indah iu membentur lantai dengan pasti, dan sebagian potongannya berciuman dengan dinding. Suatu pemandangan yang menakutkan untuk sebuah pazel baru. Dalam hati Tobi menjerit, mengapa nasibmu sungguh tragis, wahai pazel Doraku? Mengapa aku membiarkan tangan kotor Kakuzu menyentuhmu dan melemparmu dengan penuh kebiadaban? Ini tidak mungkin! Aku sudah berjanji akan menyayangimu sama seperti mainanku yang lain. Aku tdak akan memaafkan orang yang melakukan semua ini… Tidak akan aku maafkan!!!!

DDHHHUUAARRRR…!!!!

“Yes! Gue bebaaaassss!!! Tobi cepetan mungutin pazelnya ntar si tua bangka udah bau tanah mata duitan itu keburu ngeliat kita!”, ucap Deidara penuh kemenangan. Dari balik kepulan asap Tobi menyusul, tangannya penuh dengan potongan pazel.

Mereka mengambil langkah serebu untuk menghindari Kakuzu yang entah gimana nasibnya. Deidara dan Tobi sampai di tempat anggota Akatsuki yang laen ngumpul.

“Gimana, Dei?”

“Wah… rencana kita sukses besar, Leader-sama!”

“Iya… meskipun Kakuzu-senpai yang tua bangka udah bau tanah mata duitan sempet ngelempar pazel baru kesayangan Tobi…”, kata Tobi sedih. Konan menghampirinya, memeluk Tobi penuh cinta sambil mengusap lembut rambut jabriknya.

“Ceup ceup… Tobi-chan jangan nangis. Kita berdoa aja semoga si tua bangka udah bau tanah mata duitan itu tewas kena bomnya Dei… Kalo gitu ‘kan gak ada yang ngelempar pazel Tobi lagi…”, ucap Konan keibuan. Dan Pein tampak cemburu.

“EHHMMM… Udah! Kita pastiin dulu apa makhluk itu udah ko’it ato belom.”, Pein angkat bicara sembari mengutuk- ngutuk Tobi dalam hati. Pein melirik ke arah Itachi.

“Chi! Sono pergi ke tempat tadi! Liat tuh makhluk dah tewas apa belom…”, perintah Pein dengan nada seenak jenongnya.

“Chi chi… emang gue nchi nchi apa?”, balas Itachi sewot.

“Iya deh… Itachi yang yang baik, yang ganteng, tidak sombong, dan rajin menabung…”, ralat Pein yang kini iramanya seperti cara yaoi bicara jika sedang kencan.

“Ah… kamu bisa aja deh…”, tutur Itachi sambil mencolek dagu Pein kecentilan.

Yang lain sweatdropped, sedang Konan terbakar, ia mengutuk Pein dalam hati ‘Awas aje, gue bakal selingkuhan ama Tobi!!!!’.

X0o-o0X

Setelah sekian lama berjalan, Itachi sampai juga di TKP (?). Ia celingak celinguk mencari sesosok makhluk. Asapnya masih tebal, sehingga Itachi agak sulit melihat. Tiba- tiba ia merasa menginjak sesuatu. Dan hey! Ternyata yang diinjek itu tangannya Kakuzu.

“Ups… sori man!”, uacapnya tanpa dosa. Ia mengambil lengan Kakuzu yang diinjaknya, kemudian menekan pelan pergelangan tangannya.

Itachi tidak merasakan adanya denyut apapun, dan itu artinya…

Kakuzu sudah mati!

“Yes!!!”, Itachi kegirangan. Tapi belum semenit ia bergembira, sepucuk kertas mencurigakan muncul dari balik jubah Kakuzu. Itachi mengambil kertas itu dan kemudian membacanya dengan seksama.

Di tempat berkumpul, anggota lain sedang asik bercanda, mengira- ngira apa yang terjadi pada Kakuzu saat ini. Tidak lama kemudian…Itachi muncul dengan wajah terbasahi air mata, sambil menggenggam sepucuk kertas di tangannya. Tawa anggota yang lain terhenti melihat Itachi datang dengan wajah seperti itu.

“K.. kau kenapa… Itachi?”, tanya Kisame sedikit gugup.

“Apa Kakuzu… sudah mati”, sambung Pein walau ada rasa tidak tega terbesit di hatinya. Itachi mengangguk pelan.

“Iya…”, kemudian Itachi menyodorkan kertas yang digenggamnya tadi kepada Pein. Dengan segera anggota yang lain mengerubunginya seperti semut mengerubungi nasi yang jatoh.

“I…ini…”

Sejujurnya aku tidak mengerti apa yang mereka pikirkan tentang aku. Tapi aku berpikir mereka hanya menganggapku sebagai bendahara bodoh yang selalu mementingkan dirinya sendiri. Selalu membentak saat menagih uang kas, atau menetapkan jumlah uang kas yang tidak masuk akal. Tapi yang tidak kumengerti adalah sikap mereka yang sangat tidak konsekuen…. Maksudku, aku tahu kalau aku memang orang seperti itu, tapi itulah aku apa adanya. Dan mereka mengajakku bergabung di Akatsuki dan mengangkatku sebagai bendahara. Sebetulnya aku sangat bangga mendapat kedudukan itu, dan aku berjanji akan menjalankan tugas sebagai bendahara sebaik- baiknya. Tapi tentunya dengan caraku sendiri. Namun lihat mereka! Bayar uang kas saja tidak mau. Padahal awalnya aku ingin menurunkan jumlah itu secara drastis, dan mereka boleh membayarnya dengan mencicil. Aku benar- benar tidak mengerti… setiap aku mendekat, mereka menjauhiku dan membuatku semakin salah tingkah. Aku bingung harus berbuat apa. Semoga suatu saat nanti ada yang membaca tulisanku ini, jeritan hatiku ini. Walupun itu saat aku sudah tiada. Aku hanya ingin berpesan, jika kau membaca ini saat aku sudah tiada, aku mohon lunasi semua uang kas kalian sebelum aku di kebumikan. Dan carilah bendahara baru yang lebih baik daripada aku…

Air mata Pein menetes membasahi kertas yang mirip seperti surat wasiat itu. Ia menyesal telah menuduh Kakuzu yang tidak- tidak. Sekarang ia tahu semua tentang Kakuzu. Namun ia terlambat mengetahuinya. Pein bangkit, ia beseru keras kepada seluruh anggota.

“Semuanya! Kita akan melakukan penghormatan terakhir terhadap Kakuzu. Jadi aku harap kalian melunasi uang kas yang kalian tunggak selama ini. Batas waktunya sampai satu minggu ke depan!”.

Yang lainnya saling pandang. Mana mungkin mereka melunasi semua uang kas yang ditunggak sampai segitu banyak dalam waktu seminggu? Tapi setelah mengingat isi surat Kakuzu tadi, mereka mengangguk dengan mantap.

“Baiklah kalau begitu. Kami akan melunasi semua, bagaimanapun caranya”.

Tobi mengacungkan tangan, “Tapi berapa uang yang harus kita bayar?”. Pandangan Pein teralih lagi ke kertas itu.

NB: Catatan kas ada di lapangan basket indoor dekat markas

X0o-o0X

Satu minggu kemudian, masing- masing anggota sudah membawa koper berisi uang yang akan ‘dipersembahkan’ kepada Kakuzu. Sedang Kakuzu sendiri berada di dalam peti. Satu per satu anggota menyerahkan koper itu ke hadapan peti Kakuzu, kemudian duduk di posisinya masing-masing. Pein selaku ketua memberikan ucapan terakhir pada acara pemakaman yang sangat hening itu.

“Kita berkumpul di sini untuk mengenang rekan sekaligus bendahara organisasi kita yang tercinta… Kakuzu.”, Pein menghentikan ucapannya sejenak, melihat reaksi anggota lain di kalimat pertamanya. Saat itu hanya Konan yang menangis.

“Selama ini kita menanggapnya sebagai bendahara menyebalkan yang selalu menagih kita uang kas dengan cara yang bengis. Tapi sekarang kita tahu bahwa ia melakukan itu demi kebaikan kita, dan untuk organisasi kita.”, kali ini suara Pein sedikit bergetar. Sekali lagi ia menghentikan ucapannya untuk melihat reaksi para anggota. Kali ini sudah banyak dari mereka yang terlarut dalam kesedihan, terutama Deidara yang paling merasa bersalah karena ia-lah yang meledakkan Kakuzu secara langsung. Air mata Pein meleleh,ia menguatkan diri untuk melanjutkan kalimatnya.

“Dan kini… ia sudah tidur dengan tenang di alam sana… di alam yang penghuni- penghuninya tidak memberontak jika disuruh bayar uang kas… Kita semua yakin dan percaya bahwa… dia akan merasa senang berada di alam sana…”, Pein berusaha sekuat tenaga agar tidak menjatuhkan air mata lagi, tapi sepertinya itu sulit karena semuanya sudah berbaur dengan aura duka yang menyelimuti mereka. Pein menguatkan diri lagi untuk bicara.

“Seandainya kau masih hidup… Pasti kau akan senang melihatnya. Melihat kami patuh pada peraturan dan membayar uang kas tepat pada waktunya…”, dan kini Pein benar- benar tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi karena ia tidak sanggup membendung air matanya. Pein, semua, mereka menangis pilu di hadapan peti Kakuzu.

“Aku senang!”

“!”

Lha… apa gerangan yang terjadi?

Ternyata Kakuzu bangkit dari petinya bagaikan zombie. Anggota Akatsuki yang lagi nangis langsung pada diem, mukanya terdiri dari campuran:

80% kaget

5% tidak percaya

10% kesal

0,5% senang

2% merasa tertipu

2,5% cengok

Kemudian Kakuzu menyambar koper- koper itu tanpa dosa, kemudian kabur tanpa ada rasa tanggung jawab sedikitpun.

“Thanks ya udah mau bayaaarrr!!!”, tereak Kakuzu bahagia sambil berlari menuju brankas rahasianya.

Anggota lain yang kini berekspresi 100% merasa tertipu geram terhadap Kakuzu. Mereka akhirnya menguber Kakuzu dengan menggebu- gebu sembari balik bertereak…

“KURANG AJAR LOE, KAKUZUUUU….!!!!”

mau lebih banyak lagi cerpen online???klik disini:

www.fanfiction.net

Rabu, 15 Juli 2009

Profil klan Akatsuki


elu pasti tau kan kalo ada yang nyebut nama akatsuki.pasti nama itu udah ga asing lagi kan ditelinga elu.ya,kelompok yang beranggota 10 orang ini beranggota antara lain pein(ketua),tobi/madara uchiha(pendiri kelompok akatsuki),deidara,sasori,zetsu,kakuzu,hidan,konan,itachi,kisame.di bawah ini adalah profil mereka:

Pein
Pein adalah Ketua Akatsuki dan merupakan seorang ninja pelarian yang berasal dari Amegakure. Tak ada satupun anggota Akatsuki, selain Konan yang memanggilnya dengan namanya tetapi hanya menggunakan kata “pemimpin” saja, dan wajahnya sangatlah jarang diperlihatkan. Dia memiliki kehormatan paling besar diantara rekan-rekannya (pengecualian untuk Hidan yang termasuk anggota baru) dan dialah yang mengarahkan aksi-aksi mereka. Dia jugalah yang menciptakan jutsu untuk mengeluarkan monster berekor (Bijuu) dari Jinchuuriki. Dia juga bisa menggunakan “teknik pengubah bentuk” (Shōten no Jutsu) yang dapat menduplikasikan rekan-rekannya dengan menggunakan korban manusia, menjadikan mereka dapat melawan musuh tanpa melukai dirinya. Hasil duplikasi ini sangatlah mirip dengan aslinya, bahkan bisa memiliki kekkei genkai dan senjata khusus seperti yang asli. Kemampuannya seimbang dengan jumlah chakra yang diberikan kepada masing-masing hasil duplikasi ini. Ketika tiba saatnya berkumpul, Pein dapat memanggil rekan-rekannya bahkan dari tempat yang sangat jauh dengan menggunakan telepati.

Meskipun Pein kelihatannya memegang otoritas terhadap anggota Akatsuki, Ia sendiri mengatakan bahwa masih ada seseorang yang berada di atas dia. Setelah kematian Deidara, orang ini menugaskan Pein untuk menangkap Naruto secara langsung, dan tidak menerima kegagalan. Identitas orang ini kemudian diketahui, yang tidak lain adalah Tobi, yang juga adalah Madara Uchiha, yang merupakan dalang dari Akatsuki. Konan mengatakan bahwa Pein tidak pernah kalah dalam pertarungan oleh siapapun atau apapun.

deidara

Deidara adalah seorang ninja pelarian dari Iwagakure dan pasangannya Tobi. Deidara menghubungkan ninjutsunya sebagai seni dan meyakini bahwa setiap bom yang dibuatnya merupakan suatu hasil karya seni. Motonya ialah Seni adalah sebuah ledakan yang merupakan ungkapan asli dari seniman abstrak terkenal Jepang Tarō Okamoto. Deidara sangat bangga dengan seninya dan secara langsung dengan segan menerima bahwa apapun tidak dapat menghancurkan seninya, mengakibatkan ia seringkali menjadi terlalu percaya diri dalam pertarungan. Deidara juga mempunyai kebiasaan untuk mengakhiri kalimatnya dengan bergumam un atau mmm, seperti Naruto yang hampir selalu mengakhiri kalimatnya dengan -ttebayo.

Dalam pertarungan, Deidara menggunakan mulut khusus di kedua telapak tangannya untuk menciptakan “bahan peledak tanah liat” (Kibaku Nendo). Ia dapat meledakan tanah liat tersebut dengan perintah “meledak” (Katsu). Untuk harus memasukan chakranya ke dalam tanah liat, agar tanah liat tersebut bisa meledak. Semakin banyak chakra yang dimasukan, semakin kuat ledakannya. Deidara dapat mengubah tanah liat ini menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan tujuannya, seperti makhluk yang dapat digunakan untuk terbang atau untuk menyelinap, tiruan dirinya sendiri untuk membingungkan musuh, atau juga beraneka bentuk senjata seperti ranjau. Beberapa tanah liat bahkan dikategorikan dalam peringkat tertentu, seperti “C4″. Kebanyakan tanah liat hasil ciptaannya termasuk dalam kategori “C1″, dan kekuatan ledakannya sama seperti ledakan granat. Naga raksasa dari tanah liat yang menggunakan bagian ekornnya untuk menembak ledakan yang lebih kecil ke musuh termasuk dalam kategori “C2″. Kategori “C3″nya adalah patung tanah liat
yang tidak bisa bergerak yang digunakan seperti bom, dan ketika menyentuh tanah memiliki potensi untuk menghancurkan selruh desa. Kategori “C4″ merupakan yang terakhir dan terkuat, diciptakan melalui tanah liat yang dimakan dengan mulutnya kemudian mengeluarkannya dalam bentuk tiruan raksasa dirinya. Disaat tiruan ini meledak, mengakibatkan terlepasnya bom yang sangat kecil sekali dalam jumlah besar ke seluruh penjuru dan memasuki tubuh lawannya melalui hidung, kemudian meledak, mengakibatkan targetnya lenyap menjadi debu. Sebagai tambahan, Deidara masih memiliki tipe yang tidak terkategori, menggunakan mulut di dadanya yang sebelumnya tersegel, mengubahnya menjadi bom hidup yang dapat menghancurkan apapun dalam radius sepuluh kilometer, dengan harga nyawanya sendiri. Deidara juga memakai teleskop pada mata kirinya untuk pengamatan jarak jauh, dan juga telah terlatih untuk menggagalkan genjutsu.

sasori
Sasori juga dikenal sebagai Sasori si pasir merah (Akasuna no Sasori), adalah seorang ninja pelarian yang berasal dari Sunagakure. “Sasori” juga berarti kalajengking. Setelah kematian kedua orangtuanya, Sasori dibesarkan oleh neneknya, Chiyo, yang mengajarnya segala sesuatu tentang boneka. Setelah teruji mahir dengan kemampuannya, Sasori menggunakan pengtahuan barunya itu untuk mengubah tubuh kedua orangtuanya menjadi boneka dengan usaha agar bisa dicintai. Karena mereka hanyalah boneka tanpa emosi, karya ini menjadi gagal, dan ia meninggalkan Sunagakure selama dua puluh tahun sampai ia diperkenalkan. Suatu waktu setelah meninggalkan desanya, Sasori bergabung dengan Akatsuki dan akhirnya berpasangan dengan Orochimaru. Setelah Orochimaru meninggalkan Akatsuki, Sasori berpasangan dengan Deidara, meskipun dendamnya terhadap Orochimaru selalu dibawanya.

Dalam kemitraannya dengan Deidara, keduanya sering berdebat, khususnya tentang pertentangan pandangan mereka dalam seni. Deidara beranggapan bahwa seni itu adalah sesuatu yang cepat hilang, sementara Sasori meyakini bahwa seni yang bagus adalah sesuatu yang indah yang bisa bertahan lama sampai ke masa depan. Ini mencerminkan sifat dasar individu mereka (Deidara membuat pahatan tanah liat yang bisa meledak, Sasori membuat boneka-boneka manusia yang bisa bertahan lama). Deidara dari luar kelihatannya menghargai keyakinan Sasori terhadap seni, meskipun Sasori tidak menghargai keyakinan Deidara. Ia juga tidak menyukai menunggu dan membuat orang menunggu. Sebagai anggota Akatsuki, Sasori ditugaskan untuk menangkap salah satu dari siluman berekor (Bijuu), walaupun percakapan singkat antara dia dengan Deidara menjelaskan bahwa ia bahkan tidak tahu siluman berekor mana yang harus ditangkapnya.

Dalam pertarungan, Sasori menggunakan boneka-boneka, di mana favoritnya adalah Hiruko (Hiruko), yang dikendalikan dari dalam untuk melindungi dirinya dari serangan musuh. Karena Sasori sering menggunakan Hiruko, bahkan menghiasinya dengan pakaian Akatsuki, kebanyakan orang hanya dapat menerimanya selama ia menggunakan boneka itu. Jika Hiruko terbukti tidak berguna lagi, Sasori dapat menggunakan dirinya sendiri dalam pertempuran, dikarenakan tubuhnya telah diubah menjadi boneka. Ini juga memberikan keuntungan baginya untuk tampil muda secara tidak wajar. Tubuh boneka Sasori membuat ia dapat mengontrol ratusan boneka dalam sekali melalui mekanisme pada dadanya yang dapat menghasilkan banyak benang chakra. Karena boneka tidak dapat mengendalikan chakra, Sasori telah mengawetkan jantungnya dalam sebuah peralatan berbentuk silinder, yang membolehkannya menggunakan boneka dalam pertarungan. Karena hanya jantungnya yang merupakan bagian yang hidup dari dirinya, tubuh bonekanya pada hakekatnya tidak dapat dihancurkan, sehingga ia dapat kembali ke bentuknya yang semula jika ada bagian remuk. Sebagai tambahan, ia dapat memindahkan jantungnya ke boneka yang lain, dan meninggalkan tubuh yang sudah tidak bisa diperbaiki.

tobi

Tobi, menjadi anggota Akatsuki sesudah kematian Sasori dan menjadi partnernya Deidara. Tobi tak lain dan bukan merupakan Madara Uchiha yang merupakan salah satu pendiri Konoha. Dia telah dibunuh oleh Hokage Pertama di Valley of The End. Sampai sekarang belum ada yang tahu bagaimana ia bisa hidup lagi, dan juga mengapa dia sampai menjadi anggota Akatsuki.madara sekarang memakai mayat obitho uchiha. Tobi sebelumnya adalah bawahan Zetsu. Ia memakai cincin yang sebelumnya dipakai oleh Sasori. Dalam pertarungan Deidara melawan Sasuke, Tobi terperangkap dalam ledakan bunuh diri Deidara. Kemudian Zetsu menduga bahwa Tobi telah mati dalam ledakan tersebut. Tidak seperti kebanyakan ninja pada umumnya, tobi tidak menggunakan pelindung kepala sehingga desa asalnya masih belum diketahui, sampai Ia mengungkap identitasnya sendiri setelah kematian Deidara. Ia memakai topeng aneh yang menutupi seluruh wajahnya, sehingga hanya mata kanannya yang kelihatan, yang kemudian diketahui adalah Sharingan.


Keahlian Tobi masih belum jelas, karena tidak pernah diperlihatkan bagaimana ia bertarung. Ia dan Deidara mengalahkan Bijuu berekor tiga, tetapi Tobi diperlihatkan tidak melakukan apa-apa, melainkan ia lari dari Bijuu tersebut. Setelah pertarungan, Tobi mengklaim bahwa ia mengalahkan bijuu tersebut hanya dengan satu serangan. Deidara tidak setuju dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah “kontribusi seni” (ledakan tanah liat) yang membawanya pada kemenangan. Dalam pertarungannya melawan Sasuke, Tobi menunjukan kemampuannya untuk memulihkan diri dari serangan yang fatal. Setelah terpotong oleh pedangnya Sasuke, Tobi terjatuh dan kembali berdiri hanya dalam beberapa detik dan hanya mengeluh tentang kecepatan serangan tersebut. Dari sini, Tobi tidak lagi mempertunjukan teknik apapun. Menurut Pein, seseorang seperti Tobi bisa didapatkan kapan saja jika dibutuhkan, sedangnkan Deidara digambarkan unik, menyatakan secara tidak langsung bahwa Tobi adalah salah satu anggota terlemah dalam Akatsuki

hidan
Hidan adalah anggota kedua terbaru yang suka bicara kotor dan partnernya Kakuzu. Kanji pertama dalam nama Hidan adalah hisha, yang berarti benteng dalam permainan shogi. Ia adalah seorang penganut agama bernama ‘Jashin’, sebuah kepercayaan yang menyembah dewa Jashin dan apapun yang tidak meghasilkan pengrusakan dianggap sebagai dosa. Sebagai bagian dari agamanya, hidan memiliki sebuah jimat berbentuk segitiga terbalik di dalam lingkaran. Sebelum pertarungan dimulai, ia berdoa pada jimat ini, meminta pengampunan dan juga agar targetnya harus ditangkap hidup-hidup. Setelah pertarungan dimulai, hidan sangat tidak suka jika pertarungannya diinterupsi atau dipaksa untuk berhenti. Setelah bertarung, ia melakukan ritual 30 menit sesuai dengan kepercayaannya, yang memuncak dengan menikam dirinya sendiri di dada dan berbaring di atas tanah.


Hidan rupanya tidak bisa mati. Ia masih memiliki kemampuan untuk berbicara serta dapat bertahan hidup walaupun berada dalam kondisi sekarat dengan dipenuhi banyak luka, serta lehernya terpenggal. Meskipun ia dapat hidup dalam bagian yang terpotong, Hidan harus terhubung dengan tubuhnya agar bisa dikendalikan. Walaupun kenyataannya ia tidak bisa mati, Hidan menyatakan secara terbuka sebelum pertarungan bahwa ia mengharapkan dapat dibunuh oleh lawannya. Dalam pertarungan, Hidan memegang sabit besar bermata tiga yang digunakan sebagai sebuah proyektil yang dikendalikan dengan sebuah tali yang membungkus pergelangan tangannya. Walaupun ia mampu untuk menyerang ninja paling berbakat dengan senjatanya, Hidan mengklaim bahwa sabitnya membuat dia menjadi penyerang terlambat dalam Akatsuki. Tiga mata sabit besarnya tidak dimaksudkan untuk meningkatkan kerusakan dari serangannya, melainkan untuk meningkatkan kesempatannya untuk mengambil darah musuhnya.

Setelah ia mendapatkan darah lawannya serta memakannya, Hidan menggunakan darahnya sendiri untuk menggambar simbol dalam jimatnya di tanah. Kemudian Hidan mengalami sebuah transformasi, menjadikan hampir dari seluruh kulitnya berwarna hitam. Selanjutnya Hidan menggambar garis putih secara kasar pada posisi yang sama dengan tulangnya. Dikombinasikan dengan sabit besarnya, transformasi ini menjadikannya seperti Grim Reaper. Setelah transformasinya sempurna, Hidan dan musuhnya menjadi “terhubung”, dan segala kerusakan yang diterima Hidan berlaku juga untuk musuhnya (seperti boneka voodoo). Selama berada dalam simbol tersebut, Hidan menggunakan tombak sebagai ganti dari sabit besarnya untuk melukai tubuhnya sendiri, mengakibatkan sakit yang bukan main ke tubuhnya dan lawannya. Dikarenakan tidak bisa mati, Hidan tidak terluka oleh serangan tersebut, melainkan itu merupakan suatu kesenangan baginya. Setelah mempermainkan musuhnya dengan memberiakn luka yang tidak mematikan, Hidan menikam dadanya, yang mengakibatkan lawannya terluka, dan transformasinya kembali seperti semula. Meskipun itu menjadi teknik yang sangat berguna, Hidan harus tetap berada di dalam simbol. Jika ia meninggalkan simbol tersebut, transformasi serta “hubungan” antara Hidan dan musuhnya masih ada, membuatnya hanya perlu untuk kembali ke dalam simbol dan mengulang tekniknya.

kakuzu

Kakuzu adalah seorang ninja pelarian dari Takigakure dan partnernya Hidan. Kanji pertama dalam nama Kakuzu adalah kakugyō yang berarti menteri dalam permainan Shogi. Kakuzu adalah seorang individu yang rakus, mengutamakan seberapa berharga suatu benda, dan selalu hanya bergantung untuk mencari uang. Penghasilan favorit Kakuzu ialah mengumpulkan hadiah selama menjalankan misinya., bahkan bersama-sama dengan agama Hidan membuatnya lebih cepat untuk mengoleksi hadiah-hadiah tersebut. Sejarahnya sebagai pemburu hadiah telah berjalan lama, dan ia sudah terbiasa dengan syarat-syarat sebagai pengoleksi bahkan telah menghafal informasi serta hadiah yang akan diberikan setelah menangkap target tersebut. Pandangan tentang uang ini mengakibatkan Kakuzu menjuluki dirinya sebagai “Bendahara Akatsuki”, meskipun tidak diketahui apakah ini merupakan posisi yang sebenarnya. Kakuzu juga mempunyai bankir dan akuntan pribadi. Walaupun tertarik pada uang, ia menempatkan perintah Pein sebagai kesempatan untuk membuat keuntungan.

Kakuzu memiliki struktur tubuh khusus yang terdiri dari banyak benang hitam tajam yang melalui seluruh tubuhnya, yang dapat digunakan untuk memisahkan bagian tubuhnya untuk serangan jarak jauh. Benang-benang ini dapat digunakan juga untuk menyerang dan menusuk tubuh lawannya. Benang-benang ini rupanya terbatas dan digunakan Kakuzu untuk mengubah penampilannya dan secara visual dapat meningkatkan ukuran tubuhnya. Benang-benang Kakuzu juga memungkinkan ia untuk memasukan organ asing yang lain ke dalam tubuhnya, serta dapat memperpanjang hidupnya selamanya dengan mengambil organ sehat orang lain. Ia telah menggunakan teknik ini untuk memperpanjang hidupnya, karena ia mengklaim bahwa dirinya pernah bertarung dengan Hokage Pertama. Yang paling menyolok adalah Kakuzu bisa menyimpan sampai empat jantung extra, yang disimpan dalam topeng binatang yang dijahit di punggungnya. Setiap topengnya depat memisahkan diri serta menyerang secara bebas.

itachi

Masuk ke dalam daftar ‘Bingo’ yaitu daftar ninja yang harus dibunuh yang memiliki kekuatan lebih. Merupakan kriminal kelas S yang berbahaya dan sangat kuat. Ketika umur 7 tahun lulus akademi, umur 8 tahun menguasai Sharingan, umur 10 lulus ujian Chuunin, umur 13 menjadi pemimpin pasukan Anbu, dan pada umur 15 tahun masuk ke sebuah organisasi kriminal bernama Akatsuki. Di umur 13 tahun, dia membantai seluruh anggota klan Uchiha yang terkenal kuat hanya dalam semalam. Motifnya tidak diketahui, tetapi ia mengatakan untuk mengukur seberapa kuat dirinya. Dia hanya menyisakan adiknya, Sasuke Uchiha. Itachi juga memberitahukan Sasuke untuk menguasai Mangekyou Sharingan dengan cara membunuh sahabat terdekatnya.Itachi sendiri membunuh sahabatnya yang bernama Shisui Uchiha.

Kemampuannya dalam ilmu ninja tidak diragukan lagi. Segel jutsu yang digunakkanya amatlah cepat bahkan Kakashi pun kewalahan menghadapinya. Ditambah lagi dia punya Mangekyou Sharingan yang hampir mirip dengan genjutsu, hanya saja efeknya terasa sampai dunia nyata. Dia juga bisa mengeluarkan genjutsu hanya dengan menunjuk seseorang. Taijutsunya juga lumayan dan bisa mengimbangi Kakashi ketika bertemu untuk kedua kalinya untuk menyelamatkan Gaara. Jutsu andalannya ialah Tsuyokomi dan Amaterasu. Yaitu genjutsu dan ninjutsu yang hanya bisa digunakan pemilik Mangekyou Sharingan. Tsuyokomi ialah genjutsu yang membuat lawan masuk ke alam lain dan cedera di alam tersebut akan berpengaruh pada mental dan otak seseorang, dan juga bisa mengakibatkan cedera fisik yang sama. Sedangkan Amaterasu masih belum jelas, tetapi amatlah dahsyat dan sepertinya berupa jutsu elemen api yang menghasilkan kobaran api hitam yang bakal terus menyala selama tujuh hari tujuh malam. Yang pasti kedua jutsu tersebut menggunakan chakra yang besar sehingga tidak bisa terus menerus digunakkan.

kisame

Hoshigaki Kisame adalah seorang ninja pelarian dari Kirigakure dan parntnernya Itachi Uchiha. Tidak seperti kebanyakan pasangan yang lain dalam Akatsuki, Kisame memiliki hubungan yang baik dengan Itachi. Sementara Itachi ditugaskan untuk menangkap Naruto Uzumaki, target Kisame adalah Jinchuuriki Siluman berekor empat, seorang lelaki tua yang dikalahkannya dengan susah payah. Kisame memiliki penampilan khusus yang menyerupai ikan hiu, lengkap dengan kulit berwarna biru pucat dengan mata yang kecil, serta memiliki struktur muka yang menyerupai insang dan gigi berbentuk segitiga tajam. Sama seperti namanya, Kisame yang berarti “ikan hiu iblis”. Meskipun penampilannya yang agak kasar dan kecintaannya dalam bertarung, gaya bicara Kisame tenang dan memiliki sopan santun jika dibandingkan dengan kebanyakan anggota Akatsuki yang lain.

Kisame merupakan salah satu dari Seven Swordsmen of the Mist (Kiri no Shinobigatana Shichinin Shū) dan juga dikenal sebagai kaijin dari Kirigakure. Zabuza Momochi dan Raiga Kurosuki juga adalah anggota dari Kiri no Shinobigatana Shichinin Shū. Seperti dua anggota yang lain, ia agak terlalu percaya diri dalam pertarungan. Dengan jelas juga ia menikmati setiap pertempuran dan kemungkinan memotong-motong lawannya. Sebagai contoh, ia mempertimbangkan sebuah gagasan untuk memotong kedua kaki Naruto untuk mencegahnya melarikan diri sebagai ganti dari memukul naruto sampai pingsan. Selama pertarungannya dengan Asuma Sarutobi Kisame juga menikmati kesenangannya dalam menyobek bahu Asuma dengan samehada.

Senjata utama Kisame adalah samehada (”Kulit Hiu”), sebuah pedang besar khusus yang sebanding dengan ukuran zanbatō milik Zabuza Momochi. Tidak seperti pedang pada umumnya, samehada bukan digunakan untuk memotong, melainkan untuk mencukur, dikarenakan permukaannya yang kasar seperti kulit hiu. Pedang ini juga mempunyai kemampuan untuk menyerap chakra yang berada disekitarnya, membuat kisame dapat memotong chakra lawannya. Jumlah chakra yang dapat diserapnya masih belum jelas, tetapi samehada bahkan dapat mengkonsumsi chakra siluman rubah, tanpa merasakan sakit. samehada juga merupakan senjata yang peka perasaannya dan hanya Kisame yang diperbolehkan untuk memakainya.

zetsu

Zetsu adalah seorang ninja pelarian misterius. Tidak banyak yang diketahui tentang dia, selain kesetiaannya kepada Akatsuki dan fungsinya sebagai seorang mata-mata. Kepalanya diselubungi oleh Venus Flytrap yang besar, yang juga membungkusi tubuhnya. Bagian kanan dari wajah dan tubuhnya berwarna hitam, sedangkan di bagian kiri berwarna putih. Zetsu mempunyai dua kepribadian, di mana bagian hitam dari wajahnya berbicara dalam Katakana, sedangkan yang bagian putih menggunakan Kanji dan Kana. Kedua bagian tersebut juga sering berbicara satu sama lain, dan kadang-kadang juga memiliki pendapat yang berbeda, seperti apakah diperbolehkan Tobi menggantikan posisi Sasori dalam Akatsuki. Matanya berwarna kuning dan tidak memiliki pupil

Zetsu sering kali menggunakan (Hiru Banshō: Bōka no Jutsu), yang membuatnya bisa bersatu dengan tanah, pohon, dan tumbuhan yang lain untuk perjalanan jarak jauh dengan cepat. Ia juga memiliki kemampuan yang dapat menggerakan tubuhnya selama ritual penyegelan Bijuu berlangsung, di mana tidak ada seorang pun anggota Akatsuki yang dapat melakukannya. Dengan begitu, ia bisa menjadi pengintai selama ritual penyegelan. Untuk memudahkan tugas ini, Zetsu meningkatkan daya penglihatannya untuk melihat jauh, dibandingkan dengan kebanyakan orang. Sebagai tambahan, dalam perannya sebagai mata-mata, zetsu berfungsi sebagai ninja hunter Akatsuki. Ia ditugaskan untuk melenyapkan mayat yang menjadi korban dari “teknik pengubah bentuk” (Shōten no Jutsu) Ketua Akatsuki, dan juga untuk menemukan kembali cincin dari Sasori dan Deidara.

konan
Konan merupakan satu-satunya anggota perempuan dalam Akatsuki. Ia memiliki rambut berwarna biru dengan tambahan aksesoris bunga kertas, tetapi dari semua itu, anggota ini masih menyisahkan banyak misteri. Konan memiliki kemampuan untuk memisahkan dirinya menjadi berlembar-lembar kertas yang dapat berubah bentuk menjadi origami kupu-kupu. Namun ninjutsu itu tidak berhasil jika tubuh Konan dibasahi dengan zat cair. Baru diketahui bahwa Konan adalah bekas anak didik Jiraiya saat dia dan kedua sannin yang lain menghadapi perang dengan Amagakure.

Jumat, 10 Juli 2009

lirik lagu d'Masiv

bagi para masiverz yang belum apal lagu-lagu baru d'Masiv yang baru,neeh gw kasih tau liriknya.

d'Masiv perih

Apa yang harus
Kulakukan lagi bila kau tak setia
Karena aku hanya seorang manusia
Yang tak sempurna

Aku mencoba
Memberikan segala yang telah aku punya
Namun semuanya hanya sia-sia
Percuma

Aku telah coba untuk memahamimu
Tapi kau tak peduli

Cukup sudah
Kau sakiti aku lagi
Serpihan perih ini
takkan ku bawa mati

Sampai kapan bisa membuatmu mengerti
Membuat aku bermakna di hatimu
Di hatimu Di matamu
Sayang


d'Masiv Jangan menyerah


Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1
Back to Reff 2


d'Masiv pelampiasan hasrat


Maafkan ku tak bisa
Seutuhnya mencintaimu
Maafkan selama ini
Hanya tubuhku yang kau milikku

Karena seluruh hatiku
Hanya untuk dirinya
Ku tak bermaksud buatmu terluka

Saat aku butuh
kau memang sangat berguna
Namun hati ini
Takkan pernah bisa berbohong
Sesungguhnya diriku
Tak pernah harapkanmu
Kau hanya jadi
Pelampiasan hasrat
Karena

Hanya dia yang bisa membuatku hidup
Disaat hati ini serasa mati
bayangkan apa bila menjauhiku
Sumpah aku tak ingin itu terjadi
Kepadaku, kepadaku


d'Masiv tak tersentuh

Di dalam hatiku ada dirimu
Yang takkan mengerti
Betapa dalam rasa cintaku
Tuk dirimu
Adakah celah di hatimu
Untuk cintaku yang begitu besar
Meski kau tak menginginkan adanya diriku

Reff:
Ku takkan pernah bisa
Memilikimu luluhkan hatimu
Meski telah kuserahkan
Seluruh jiwa ragaku

Di dalam hatiku ada dirimu
Yang takkan mengerti
Adakah celah dihatimu
Untuk cintaku yang begitu besar
Meski kau tak menginginkan adanya diriku

Back to Reff 2x

Jika memang kau tak tersentuh
Kan kuberikan sisa hidupku
Untuk mencintaimu
Walau hati saja

d'Masiv semakin

kamu yang kini memikat hatiku
sungguh ku ingin lebih dekat denganmu
beri aku waktu tuk buktikan kepadamu
sungguh ku ingin memiliki hatimu

reff:
semakin ku memikirkanmu
semakin ku menggilaimu
kau bintang di hatiku
terangi setiap langkahku

beri aku waktu tuk buktikan kepadamu
sungguh ku ingin memiliki hatimu

repeat reff [4x]

d'Masiv lelaki pantang menyerah

mungkin salahku
yang t'lah memasuki kehidupanmu
yang t'lah berdua....
namun semua ini takkan membuatku menyerah begitu saja
meski harus ku pertaruhkan semua
meski cinta harus membunuh hatiku
jangan kau sebut aku lelaki bila ku tak mampu dapatkan kamu
reff:
aku terlahir di dunia ini...
bukan tuk jadi seorang pecundang
aku terlahir sebagai pemenang...
kan ku rebut hatimu....darinya.....

huuuhuuuhuu....
meski harus ku pertaruhkan semua
meski cinta harus membunuh hatiku
jangan kau sebut aku lelaki bila ku tak mampu dapatkan kamu

back to reff
melody
back to reff 2x.
hu..ououo aku lelaki yang pantang menyerah

pingin lirik lagu yang lain??klik disini:
www.liriklagumusik.com